SUARABOTIM.COM – Akses penting bagi pengguna jalan yang menuju kawasan Puncak melalui jalur alternatif Summarecon–Gadog lumpuh total bagi kendaraan roda empat. Jembatan di Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, terputus akibat pondasi bangunan yang tergerus derasnya aliran Sungai Cisirah pada Senin (22/12/2025) malam.
Hingga Kamis (25/12/2025), akses tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua menggunakan jembatan bambu darurat yang dibangun swadaya oleh warga setempat.
Sutarman (73), salah seorang warga setempat, menjelaskan bahwa jembatan tersebut jebol setelah pondasinya tidak kuat menahan hantaman banjir dari sungai yang akrab disebut warga sebagai Sungai Citengkorak.
“Pondasi bawahnya terkikis air banjir, jadi langsung jebol. Sekarang mobil tidak bisa lewat sama sekali, harus memutar jauh ke arah Gadog (jalur utama),” ujar Sutarman saat ditemui di lokasi kejadian.
Solusi Darurat: Pemasangan Box Culvert
Merespons keluhan warga dan potensi kemacetan di jalur utama akibat pengalihan arus, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor langsung menerjunkan tim ke lapangan.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi, menegaskan bahwa alat berat dan material perbaikan sudah tiba di lokasi untuk penanganan kilat.
“Alat berat dan box culvert sudah ada di lokasi. Kami pasang hari ini agar akses warga dan wisatawan bisa segera normal kembali, terutama menjelang libur Tahun Baru,” kata Ujang kepada SuaraBotim.com.
Target Perbaikan Sementara
Ujang menjelaskan, jika membangun jembatan permanen butuh waktu empat bulan, maka pemasangan box culvert (beton pracetak) dipilih sebagai solusi paling efektif agar jalan bisa segera dilalui mobil dalam waktu singkat.
Proses pemasangan beton diperkirakan memakan waktu tiga hari, disusul dengan tahap pengurugan dan perapihan selama satu minggu ke depan.
“Pemasangan harus mulai hari ini karena materialnya sudah tersedia. Setelah beton terpasang, area akan diurug agar bisa dilewati kendaraan roda empat kembali,” pungkasnya.
Bagi wisatawan yang berencana menggunakan jalur alternatif via Summarecon Bogor, diimbau untuk tetap menggunakan Jalur Utama Puncak (Gadog) hingga proses perbaikan darurat ini selesai.
(Reporter: Pandu)







