Bandung, SuaraBotim.Com — Di tengah gempuran sepatu impor murah dan produksi massal, IRV Shoes tetap berdiri kokoh dengan identitasnya sebagai brand sepatu handmade lokal. Sejak didirikan pada 2010, label asal Bandung ini konsisten menonjolkan sisi craftsmanship melalui desain yang berani dan detail produksi manual yang kompleks.
Berbekal pengalaman panjang pendirinya di industri sepatu Cibaduyut sejak awal 2000-an, IRV Shoes memilih jalur eksperimen desain tanpa mengabaikan aspek ergonomis. Salah satu inovasi teknisnya adalah pembuatan sepatu tanpa bahan pengeras. Sebagai gantinya, mereka menggunakan Spon EVA lembaran yang dibentuk secara manual. Hasilnya, sepatu tetap lentur dan nyaman meskipun memiliki sol yang tinggi.
Pendiri IRV Shoes, Agus, menekankan bahwa fungsionalitas adalah napas dari setiap desainnya. “Kami ingin sepatu yang mengikuti kontur kaki, bukan sebaliknya. Desain boleh terlihat ekstrem, tapi kenyamanan untuk aktivitas harian adalah harga mati,” ungkap Agus di Bandung, Senin (20/1/2026).
Karakter produk yang bold membuat IRV Shoes memiliki segmen pasar yang spesifik. Selain menjadi favorit komunitas hijabers yang mencari sepatu tinggi namun stabil, label ini kini mulai merambah ke skena pencinta konser dan komunitas K-pop yang membutuhkan tampilan unik untuk mengekspresikan diri.
Nadia Putri, salah satu pelanggan setia, mengakui keunggulan produk lokal ini. “Modelnya punya karakter kuat dan sangat berbeda dari yang ada di mal. Tingginya pas, tapi tetap terasa ringan dan tidak membuat kaki cepat lelah,” ujarnya kepada Aktualita.co.id.
Guna menjaga kualitas dan eksklusivitas, IRV Shoes menerapkan sistem pemasaran by order. Dengan rentang harga mulai dari Rp200.000 hingga Rp800.000, harga tersebut dinilai sangat rasional mengingat tingkat kerumitan produksi manual yang dilakukan.
Kehadiran IRV Shoes menjadi bukti nyata bahwa produk handmade lokal tetap memiliki tempat spesial dalam gaya hidup modern masyarakat yang kini semakin menghargai nilai dibalik sebuah karya.
(Sheila)







