Jonggol, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kecamatan Jonggol tengah merencanakan pembangunan hutan kota di wilayah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Lokasi yang disiapkan berada di kawasan Citra Indah dengan luas lahan mencapai sekitar 4 hektare.
Camat Jonggol, Andri Rahman, mengatakan bahwa rencana pembangunan hutan kota tersebut masih dalam tahap persiapan dan koordinasi, khususnya terkait pengadaan pohon untuk penanaman.
“Hutan kota Kecamatan Jonggol direncanakan berada di Citra Indah seluas kurang lebih 4 hektare. Namun sebelum memulai, saya akan mengumpulkan seluruh pengusaha yang ada untuk bersama-sama berkontribusi melalui program CSR terkait pengadaan pohon,” ujar Andri Rahman kepada SuaraBotim.Com, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, meski sudah ada rencana bantuan sekitar 100 hingga 200 pohon dari Muhammadiyah, pihak kecamatan belum memulai penanaman secara resmi karena proses pengajuan masih berjalan.
“Untuk saat ini kita belum memulai penanaman, karena sebelumnya sudah diajukan dan masih menunggu. Tetapi sebagian pohon sudah ada yang tertanam di kawasan Citra Indah,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan setiap kecamatan memiliki hutan kota, dengan luas yang disesuaikan berdasarkan ketersediaan lahan di masing-masing wilayah.
“Pemkab Bogor menargetkan setiap kecamatan memiliki hutan kota. Luasnya disesuaikan dengan ketersediaan lahan. Kebijakan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana dan perubahan iklim,” ungkap Rudy.
Rudy menambahkan, Pemkab Bogor juga akan memulai gerakan penghijauan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Ciliwung, Cikeas, Cisadane, dan Cileungsi.
Menurutnya, kata Rudy, pemerintah perlu mencontoh masyarakat yang telah lebih dulu aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Selain sebagai upaya mitigasi bencana, program hutan kota diharapkan menjadi ruang edukatif dan sosial bagi masyarakat. Kami ingin setiap kecamatan memiliki ruang hijau yang bisa dinikmati warga, menjadi tempat belajar tentang alam, sekaligus menjadi paru-paru kota,” tandasnya.
(Pandu)







