SUARABOTIM.COM – Sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, Ketua DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bogor, Dodi Sangadipati, S.Kom, melakukan kunjungan silaturahmi ke Saung Penca Cimade, pusat PPSAC (Pusat Pencak Silat Aliran Cimade) yang berlokasi di Kampung Tarik Kolot, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Jumat (01/05/26).
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertemuan biasa, melainkan sarat makna sebagai upaya mempererat hubungan dengan para sesepuh, dan penjaga ajaran pencak silat, yang selama ini menjadi sumber utama warisan budaya leluhur.
“Dalam suasana yang khidmat, PPSI merajut tali silaturahmi, membangun sinergi, serta meneguhkan komitmen dalam melestarikan dan mengembangkan pencak silat, khususnya aliran Cimade, agar tetap hidup dan berkembang sepanjang zaman,” ujar Dodi.
Ia menjelaskan, Sebagai organisasi yang berfokus pada pengabdian budaya, PPSI memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga, merawat, dan menghidupkan berbagai aliran silat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.
Dalam konteks tersebut, kata Dodi, para sesepuh Cimande dipandang sebagai pilar utama penjaga nilai dan ajaran. Sebgai generasi penerus cimande yaitu Wa Dama dan Wa Didih, yang hingga kini tetap istiqamah memelihara serta mewariskan ilmu kepada generasi
Buka cuma itu, ia pun menyampaikan rencananya untuk melibatkan para sesepuh sebagai penasihat organisasi, agar setiap langkah PPSI tetap berlandaskan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Sebagai organisasi yang mengemban amanah budaya, PPSI berkomitmen untuk menjaga eksistensi paguron sebagai pusat latihan dan pembinaan generasi penerus. Selain itu, berbagai potensi seni budaya di bawah naungan PPSAC memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama, menjadi kekuatan budaya yang hidup, kokoh, dan berjati diri,” jelasnya.
Lebih jauh, Dodi juga menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung mendalami aliran pencak silat Cimade sebagai bentuk kesungguhan dalam memahami dan melestarikan warisan budaya tersebut.
Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan bagian dari identitas dan napas kehidupan masyarakat. Pencak silat sendiri telah dikenal hingga mancanegara dan diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.
“Luhung Mulya Wibawa, Napas Jiwa, Cahaya Leluhur, PPSI berkomitmen menjaga martabat bangsa dalam setiap langkah pelestarian budaya,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan kesepuhan Cimande Wa Didih dan Wa Dama menyampaikan harapan besar agar PPSI mampu menghidupkan kembali marwah serta tradisi pencak silat di Kabupaten Bogor.
“Mari kita bangkitkan kembali marwah dan tradisi yang ada di Kabupaten Bogor,” ungkap mereka.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam mempererat kolaborasi antara organisasi dan para sesepuh, demi menjaga kelestarian pencak silat sebagai warisan budaya yang tak ternilai.
(Retza)







