SUARABOTIM.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bogor terus memperkuat upaya pelestarian budaya melalui pengembangan seni Ibing Pencak Silat Buhun.
Komitmen tersebut ditandai dengan pertemuan para ketua dan perwakilan paguron yang tergabung dalam DPD PPSI Kabupaten Bogor di Lapangan Latihan Silat Padepokan Rahayu Kinasih Siliwangi, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Minggu (5/7/2026).
Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor Dodi Sangadipati, S.Kom. mengatakan, Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan menyatukan visi serta misi dalam menjaga kelestarian seni penca silat sebagai warisan budaya Kabupaten Bogor.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum penting bagi perjalanan organisasi dan pelestarian budaya penca silat di Kabupaten Bogor.
“Hari ini merupakan momentum yang sangat bersejarah. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat koordinasi serta menyatukan visi dan misi untuk melestarikan budaya, khususnya seni Ibing Penca Silat,” ujar Dodi.
Dalam pertemuan itu, kata Dodi, setiap paguron diminta menampilkan satu jurus atau tujuh gerakan terbaik yang dimiliki. Seluruh gerakan tersebut nantinya akan dirangkai menjadi Jurus Ibing Penca Silat Khas Kabupaten Bogor.
Ia menjelaskan, jurus khas tersebut akan berfokus pada Pareredan dan Tepak Dua, serta direncanakan diluncurkan secara resmi pada puncak peringatan Milangkala PPSI ke-69 yang akan digelar di Alun-Alun Kabupaten Bogor.
“Setelah diluncurkan, jurus ini akan disosialisasikan kepada seluruh paguron yang tergabung dalam PPSI Kabupaten Bogor. Setiap tahunnya juga akan dipasanggirikan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus pembinaan prestasi,” katanya.
Ia berharap Jurus Ibing Penca Silat Khas Kabupaten Bogor tidak hanya menjadi identitas baru bagi PPSI, tetapi juga dapat diterapkan sebagai materi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, jurus khas tersebut merupakan hasil pengembangan dari berbagai aliran penca silat yang telah lama tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bogor, di antaranya aliran Cimande, Sera, Bongkot, Cikalong, Suliwa, Sahbandar, serta sejumlah aliran lainnya.
“Ini merupakan wujud persatuan dalam keberagaman warisan budaya penca silat Bogor,” ungkapnya.
Program tersebut mengusung tema “Medal Miang Garapan Jurus Ibing Penca Silat Khas Kabupaten Bogor.” Menurutnya, program itu merupakan cita-cita besar PPSI yang belum sempat direalisasikan pada kepengurusan sebelumnya, dan kini menjadi salah satu prioritas utama organisasi.
Ia menegaskan pihaknya berkomitmen untuk merealisasikan program tersebut meskipun berbagai tantangan akan dihadapi.
“Program ini harus terlaksana. Prinsip kami adalah bersama kita maju, bersama kita berkembang. Perjuangan melestarikan budaya tidak boleh berhenti hanya karena satu atau dua paguron. Masih banyak paguron yang memiliki semangat, kepedulian, dan komitmen untuk mendukung serta membesarkan PPSI Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Dodi pun mengajak seluruh insan penca silat untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan penca silat bukan hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai identitas budaya yang membanggakan Kabupaten Bogor dan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus,” pungkasnya. (Retza)







