SUARABOTIM.COM – Rencana pembangunan Bogor Bird Zoo atau mini zoo di kawasan Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, terancam batal direalisasikan pada 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memilih mempertahankan kawasan tersebut sebagai hutan kota setelah melihat pertumbuhan pohon jati yang dinilai sangat baik.
Lokasi yang sebelumnya diproyeksikan menjadi area mini zoo kini dipastikan tetap difungsikan sebagai ruang terbuka hijau.
Kebijakan itu diambil agar keberadaan pohon jati yang telah tumbuh subur tidak terganggu akibat pembangunan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi vegetasi di kawasan tersebut layak dipertahankan.
“Karena melihat situasi di lapangan, pertumbuhan pohon jatinya sangat bagus. Jadi untuk Bogor Bird Zoo atau mini zoo kemungkinan akan dicarikan lokasi lain yang lebih sesuai,” ujar Eko kepada SuaraBotim.Com, Minggu (2/8/26).
Ia menjelaskan, kawasan tersebut tetap akan dipertahankan sebagai hutan kota. Ke depan, Pemkab Bogor hanya akan merancang aktivitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa merusak maupun menebang pepohonan yang ada.
“Di lokasi itu akan tetap menjadi hutan kota. Nantinya akan dipikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan di dalam kawasan tersebut tanpa mengganggu atau menebang pohon jati,” katanya.
Meski pembangunan mini zoo belum dibatalkan secara resmi, Pemkab Bogor hingga kini masih mencari lahan pengganti yang dinilai lebih tepat.
Namun, Eko juga mengungkapkan, saat ini belum ada lokasi yang ditetapkan sebagai pengganti karena proses pencarian masih berlangsung.
“Belum ada. Kami masih mencari tempat yang pas untuk Bogor Mini Zoo. Lokasi yang sebelumnya direncanakan memiliki pertumbuhan pohon jati yang sangat baik, sehingga kami memilih mempertahankan fungsi hutan kotanya,” jelasnya.
Menurutnya, apabila pembangunan tetap dipaksakan di lokasi semula, banyak pohon jati yang harus ditebang. Kondisi tersebut dinilai sangat disayangkan mengingat tanaman telah tumbuh dengan baik.
“Kalau tetap dibangun di sana, banyak pohon yang harus ditebang. Sayang sekali karena sekarang kondisinya sudah bagus,” ucap Eko.
Eko menambahkan, semula pembangunan Bogor Bird Zoo ditargetkan dimulai pada tahun ini. Namun, rencana tersebut ditinjau ulang setelah melihat kesuburan lahan dan perkembangan hutan kota.
Ia menyebut keputusan mempertahankan kawasan hijau itu juga sejalan dengan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, yang menginginkan hutan kota tetap terjaga sebagai ruang hijau bagi masyarakat.
“Karena pertumbuhan pohon jati sangat baik, arahan Pak Bupati adalah mempertahankan kawasan itu sebagai hutan kota. Nanti akan dipikirkan fungsi atau kegiatan yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan,” tuturnya.
Terkait kebutuhan luas lahan pengganti, Eko menegaskan tidak harus sama dengan lokasi yang telah direncanakan sebelumnya.
Menurutnya, ukuran kawasan akan disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia dan kebutuhan pengembangan Bogor Bird Zoo di masa mendatang.
“Luas nya ga harus sama, menyesuaikan kondisi lahannya,” tutup Eko.
(Pandu)







