SUARABOTIM.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKS, H. Achmad Fathoni, melalui anggaran aspirasinya bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader PKK Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) II. Kegiatan yang diikuti 100 kader tersebut berlangsung di Hotel Bayak & Resort, Puncak, Rabu (5/8/2026), dan dijadwalkan berakhir pada Jumat (7/8/2026).
Pelatihan selama tiga hari itu bertujuan meningkatkan kemampuan kader PKK agar semakin siap mendukung program pemberdayaan masyarakat di desa. Para peserta mendapatkan pembekalan melalui enam materi yang disusun berdasarkan kebutuhan kader sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
H. Achmad Fathoni menegaskan pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus menjadi perhatian utama karena menjadi penentu kemajuan daerah di masa depan.
”Seberapa kuat pun kebijakan efisiensi anggaran, jangan sampai menghilangkan anggaran untuk pendidikan maupun peningkatan kualitas SDM. Pembangunan manusia justru menjadi investasi paling penting,” ujarnya.

Politisi PKS itu juga mengungkapkan, dirinya terus mendorong agar program-program pelatihan tetap mendapat dukungan anggaran. Tahun ini, sedikitnya lima program pelatihan dari tiga perangkat daerah berhasil diperjuangkan melalui anggaran aspirasinya.
Menurut Fathoni, pembangunan SDM tidak hanya menyasar sektor pendidikan, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas masyarakat melalui PKK, Posyandu, Dasawisma, hingga pelatihan kebencanaan. Ia menilai program-program tersebut harus terus diperkuat karena berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.
Ia juga berharap setiap pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau tingkat kehadiran, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah para kader kembali ke wilayahnya masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Kabupaten Bogor, Rani Siti Nuraini, mengatakan materi pelatihan tahun ini disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan para kader PKK.
”Ada enam materi yang kami susun agar ilmu yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan di desa masing-masing dan dibagikan kembali kepada kader PKK lainnya,” katanya.
Rani menjelaskan, materi yang diberikan meliputi pengelolaan PKK di Kabupaten Bogor, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesehatan mental perempuan, digital marketing, etika dan kepercayaan diri kader PKK, serta pengelolaan sampah rumah tangga.
Menurutnya, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik, khususnya pada materi digital marketing. Para kader dibekali kemampuan membuat konten digital, memanfaatkan media sosial, hingga mengenal platform e-commerce sebagai peluang mengembangkan usaha.
”Kami ingin kader PKK memiliki bekal yang lengkap, mulai dari kesehatan mental, perlindungan perempuan dan anak, hingga pengembangan ekonomi keluarga dan pengelolaan lingkungan. Harapannya, ilmu yang didapat bisa diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Rani.
(Arsyit Syarifudin)







