SUARABOTIM.COM – Sineas Frame Sukamakmur menggelar Gala Premiere film “Sundulangit” sebagai bentuk apresiasi kepada para talent, kru, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi film tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi sineas muda asal Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, untuk memperkenalkan karya kolaborasi mereka yang akan diikutsertakan dalam Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB) 2026.
Produser film Sundulangit, Apep, mengatakan film tersebut merupakan karya kolaborasi muda-mudi Sukamakmur dan menjadi film kedua yang diproduksi untuk mengikuti ajang FFKB.
“Sineas Frame Sukamakmur menggelar Gala Premiere Film Sundulangit sebagai bentuk apresiasi terhadap talent, crew, dan semua pihak atas terwujudnya film karya kolaborasi muda-mudi Sukamakmur yang kedua dalam keikutsertaannya di Festival Film Kabupaten Bogor,” ujar Apep, Sabtu (22/8/26).
Menurutnya, film Sundulangit mengangkat cerita mengenai dinamika sosial para petani kopi sekaligus potensi sektor pertanian yang ada di Kecamatan Sukamakmur.
Film tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi daerah melalui karya perfilman yang diproduksi oleh anak-anak muda Sukamakmur.
Sebelumnya, Sineas Frame Sukamakmur juga berhasil mencatatkan prestasi dalam ajang FFKB melalui film berjudul “Rinai”. Film itu masuk dalam empat nominasi dan berhasil membawa pulang dua penghargaan.
Bermodal pengalaman tersebut, tim produksi Sundulangit berharap kembali meraih prestasi pada FFKB 2026. Namun, harapan tersebut kini dibayangi rasa kecewa lantaran agenda penganugerahan FFKB 2026 disebut belum memiliki kepastian.
Apep menyebut, agenda penganugerahan tersebut telah beberapa kali mengalami penundaan sehingga menimbulkan pertanyaan bagi para peserta dan pelaku perfilman yang telah mempersiapkan karya untuk mengikuti festival tersebut.
“Bukan tanpa dasar kami memproduksi film ini untuk mengikutsertakannya pada FFKB 2026 sebagai perwakilan dari Kecamatan Sukamakmur. Hal ini berdasarkan surat Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Nomor 000.1.5./570-Disparekraf melalui Pemerintah Kecamatan Sukamakmur,” jelasnya.
Ia menyayangkan apabila festival film yang dinilai memiliki skala besar justru belum memberikan kepastian terkait agenda penganugerahan.
“Kami merasa kecewa dan menyayangkan event sebesar ini tidak memiliki kepastian penganugerahan dan sudah beberapa kali penundaan,” katanya.
Meski demikian, Gala Premiere Film Sundulangit tetap digelar sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dalam proses produksi.
“Hari ini kami menggelar Gala Premiere sebagai bentuk apresiasi terhadap semua pihak yang telah berkontribusi untuk terwujudnya film ini dan berpartisipasi di tingkat kabupaten,” pungkasnya.
Melalui film Sundulangit, Sineas Frame Sukamakmur tidak hanya ingin mengejar prestasi di ajang FFKB 2026, tetapi juga membawa cerita tentang kehidupan petani kopi dan potensi pertanian Sukamakmur agar semakin dikenal masyarakat luas.
(Pandu)






