SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sukses menggelar Festival Film Kompetensi Bogor (FFKB) Series 2 Tahun 2026 di Gedung Auditorium Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Minggu (20/9/26).
Festival tersebut diikuti oleh perwakilan dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Dari seluruh peserta, sebanyak 22 film berhasil diproduksi dan ditampilkan dalam ajang yang mengusung tema “Edukasi untuk Negeri”.
Dalam penganugerahan FFKB Series 2 Tahun 2026, film “Nilai yang Tersisa” dari Kecamatan Ciawi berhasil meraih Juara 1. Sementara Juara 2 diraih film “Patik” dari Kecamatan Cibinong, dan Juara 3 diraih film “Halimun Kandel Tina Atikan” dari Kecamatan Cisarua.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa mengatakan, FFKB menjadi salah satu wadah untuk menjaring talenta baru di bidang perfilman sekaligus menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat melalui karya audiovisual.
“Hari ini kami melaksanakan Festival Film Kompetensi Bogor (FFKB) Series 2 Tahun 2026 yang diinisiasi oleh panitia FFKB. Kegiatan ini diikuti oleh 40 kecamatan dan menghasilkan 22 film,” katanya kepada SuaraBotim.Com.
Ria mengucapkan, melalui festival tersebut Pemkab Bogor ingin mendorong tumbuhnya sineas muda serta para pelaku ekonomi kreatif.
“Tujuannya salah satunya bagaimana kita mendapatkan talenta-talenta sineas baru untuk penggiat ekonomi kreatif di subsektor film,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ria, film-film yang dihasilkan dalam festival tersebut dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Pemkab Bogor juga berencana berkolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk menayangkan film hasil FFKB sebagai bahan edukasi.
“Kita ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda melalui film. Tema ‘Edukasi untuk Negeri’ ini nantinya film-film yang ada bisa kita kolaborasikan dengan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Terlebih, Ria menambahkan, film yang diproduksi peserta mengangkat berbagai persoalan sosial dan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga nilai-nilai kemanusiaan.
Ia berharap karya-karya tersebut tidak hanya berhenti pada ajang festival, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi generasi muda.
“Beberapa film ini nantinya juga akan dibawa oleh Kementerian Kebudayaan untuk kegiatan edukasi di beberapa sekolah di Indonesia,” ungkapnya.
Terkait film “Nilai yang Tersisa” dari Kecamatan Ciawi yang meraih Juara 1 dan mengangkat isu sampah, Ria memberikan apresiasi. Pasalnya, persoalan sampah khususnya di Bumi Tegar Beriman sangat membutuhkan peran dari masyarakat.
“Permasalahan sampah itu masalah yang sangat kita inginkan masyarakat ikut mengelola sampah dari tingkat yang paling bawah, terutama dari generasi muda,” katanya.
Ria juga berharap, kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini sehingga generasi muda Kabupaten Bogor memiliki kesadaran lebih tinggi dalam menjaga lingkungan.
“Kalau generasi muda kita sudah peduli dengan sampah, tentu mudah-mudahan Kabupaten Bogor tidak ada lagi darurat sampah ke depannya, jtu yang kami harapkan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia FFKB 2026, TB Ule Sulaiman mengatakan, kegiatan tersebut akan terus digelar setiap tahun sebagai wadah untuk menjaring dan mengembangkan potensi sineas muda di Kabupaten Bogor.
“Semoga acara ini dapat digelar setiap tahunnya untuk menjaring sineas-sineas muda di seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor,” kata Ule.
Ia berharap, pada penyelenggaraan FFKB berikutnya seluruh kecamatan dapat berpartisipasi sehingga semakin banyak potensi sineas lokal yang muncul dan berkembang.
“Kami berharap tahun depan dari 40 kecamatan dapat berpartisipasi mengikuti festival film ini,” pungkasnya.
(Pandu)







