SUARABOTIM.COM – Camat Cileungsi, Adi Henryana, mengusulkan pengadaan minimal satu mobil atau truk pengangkut sampah di setiap desa di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Usulan tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan sampah liar yang selama ini belum terangkut secara optimal.
Usulan itu disampaikan Adi dalam kegiatan reses masa sidang I daerah pemilihan (Dapil) II di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/26).
Adi menjelaskan, pengadaan kendaraan pengangkut sampah di setiap desa bukan untuk mengambil alih tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
Menurutnya, DLH tetap menjalankan tugas pengangkutan sampah yang telah terkoordinasi dan memenuhi ketentuan retribusi. Namun, persoalan muncul pada sampah liar yang dibuang sembarangan dan belum tertangani oleh layanan pengangkutan reguler.
“Saya mengusulkan desa punya mobil sampah, minimal satu desa satu mobil. Bukan berarti kita mau mengambil alih posisi DLH. DLH tetap berjalan karena mereka mengambil sampah-sampah yang sudah terkomunikasikan dan membayar retribusi,” katanya kepada SuaraBotim.Com.
Ia menilai, keberadaan mobil patroli sampah di setiap desa dapat menjadi solusi untuk mempercepat penanganan sampah liar. Kendaraan tersebut nantinya bisa dikerahkan untuk mengangkut sampah yang ditemukan di wilayah desa masing-masing.
Dengan begitu, lanjut Adi, sampah yang dibuang secara ilegal dapat segera ditangani sebelum menumpuk dan mengganggu lingkungan maupun masyarakat sekitar.
“Kalau ada sampah liar di desa, mobil itu yang bergerak mengambil,” ujarnya.
Terkait lokasi pembuangan, Adi menyebut pihaknya telah menjalin komunikasi dan kerja sama secara informal dengan PT Aspex Kumbong agar perusahaan tersebut dapat menerima sampah yang diangkut dari lokasi pembuangan liar.
Menurutnya, opsi tersebut dapat menjadi alternatif untuk mengurangi biaya operasional, terutama bahan bakar, jika sampah harus dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga yang lokasinya relatif jauh dari Cileungsi.
“Mumpung ada Aspex, kalau desa punya mobil itu, saya kira sampah liar bisa cepat teratasi,” ungkapnya.
Adi berharap usulan pengadaan kendaraan pengangkut sampah di setiap desa dapat dipertimbangkan sebagai langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah liar di Kecamatan Cileungsi.
Melalui langkah tersebut, penanganan sampah diharapkan menjadi lebih cepat dan efektif, sekaligus memperkuat peran pemerintah desa dalam menjaga kebersihan lingkungan tanpa mengesampingkan tugas dan fungsi DLH Kabupaten Bogor.
(Pandu Maulana)







