SUARABOTIM.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bantuan 130 unit becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto diprioritaskan bagi pengayuh becak berusia di atas 55 tahun di Kabupaten Bogor.
Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) itu diharapkan dapat meringankan beban kerja para pengayuh becak, khususnya mereka yang masih bekerja di usia lanjut, Sabtu (17/10/26).
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Bogor, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-75 Presiden Prabowo Subianto.
Rudy mengatakan, bantuan becak listrik yang diproduksi PT Pindad tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama para pengayuh becak yang menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut.
“Tadi ada pengayuh becak yang usianya 75 tahun, tetapi masih mengayuh becak. Dengan becak listrik yang diproduksi PT Pindad ini, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi mereka,” katanya kepada SuaraBotim.Com.
Rudy menuturkan, becak bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga sumber penghidupan bagi para pengayuhnya.
Pendapatan dari pekerjaan tersebut digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan keluarga, mulai dari pendidikan anak, biaya berobat, hingga kebutuhan pangan.
“Dari becak ini berangkatlah anak-anak bisa sekolah, bisa berobat ke rumah sakit, bisa beli beras untuk keluarganya. Dari sinilah kehidupan dimulai. Terima kasih, Pak Presiden,” ujarnya.
Rudy menjelaskan, pendataan penerima bantuan dilakukan melalui proses verifikasi oleh pihak kecamatan.
Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga akan melakukan inventarisasi ulang untuk memastikan pengayuh becak yang belum terdata maupun belum menerima bantuan dapat diusulkan pada tahap berikutnya.
“Kebetulan yang melakukan verifikasi dari pihak kecamatan. Pemkab Bogor juga akan menginventarisasi kembali siapa saja yang belum mendapatkan dan belum terbagi, nanti kita usulkan,” jelasnya.
Terkait tarif penggunaan becak listrik, Rudy menyebut hingga saat ini belum ada peraturan daerah (perda) maupun peraturan bupati (perbup) yang secara khusus mengatur tarif becak listrik.
Menurutnya, penentuan tarif masih mengandalkan kearifan lokal dan kesepakatan antara pengayuh becak dengan penumpang. Hal tersebut seiring dengan transformasi becak konvensional menjadi becak listrik yang mulai diperkenalkan melalui program bantuan tersebut.
Sementara itu, mengenai tanggung jawab perawatan, khususnya jika terjadi kerusakan baterai atau suku cadang, Rudy menyampaikan bahwa pihak yayasan telah memberikan penjelasan terkait dukungan garansi dari PT Pindad.
Apabila terdapat suku cadang yang rusak selama masa garansi, pihak PT Pindad akan menyiapkan penggantian. Selain itu, dukungan teknis juga dipersiapkan untuk membantu para penerima dalam menggunakan becak listrik tersebut.
Rudy menambahkan, proses penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi antara Yayasan GSN dan Pemkab Bogor, dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari pendataan hingga pendistribusian kepada penerima.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu para pengayuh becak mempertahankan mata pencaharian sekaligus meringankan beban kerja, terutama bagi mereka yang telah berusia lanjut.
“Atas nama masyarakat Kabupaten Bogor, terima kasih kepada Pak Prabowo. Selamat ulang tahun,” pungkasnya.
(Pandu Maulana)







