SUARABOTIM.COM – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengajak masyarakat untuk mengenang jasa para kiai, ulama, dan santri yang turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis (22/10/2026).
Rudy mengatakan, perjuangan para ulama dan santri pada masa sebelum kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui doa, tetapi juga dengan pengorbanan tenaga hingga nyawa demi bangsa dan negara.
Ia menuturkan, peran ulama dan santri memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, sekaligus dalam membangun karakter masyarakat melalui pendidikan agama dan spiritual.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah bangsa kita. Sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, para kiai, alim ulama, dan santri turut berjuang bukan hanya dengan doa,” kata Rudy.
“Mereka juga berjuang dengan meneteskan keringat dan darah. Tidak sedikit ulama yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” lanjutnya.
Rudy menambahkan, kontribusi pesantren dan kalangan ulama tidak terbatas pada pendidikan formal, tetapi juga berperan dalam membentuk nilai-nilai batiniah dan spiritual masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Rudy menyampaikan apresiasi kepada para kiai, ulama, pimpinan pondok pesantren, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Kementerian Agama atas sinergi yang terjalin dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Kolaborasi tersebut, kata Rudy, turut mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah yang belum terjangkau secara optimal.
Namun, Rudy menyebut, sejumlah kelompok dan organisasi Islam turut berkontribusi membangun sarana pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Bogor, termasuk kawasan perbatasan.
“Terima kasih banyak atas sinergi para kiai dan ulama terhadap Pemerintah Kabupaten Bogor. Mereka terus bahu-membahu membangun Bogor bersama-sama dan mendukung program-program pemerintah daerah,” ujarnya.
Terkait bantuan pemerintah daerah untuk pondok pesantren, Rudy mengakui dukungan yang diberikan belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan di lapangan.
Meski demikian, ia menilai semangat dan keikhlasan para ulama dalam melayani masyarakat tetap menjadi kekuatan penting dalam pembangunan Kabupaten Bogor.
“Kalau bicara nilai angka, tentu jauh dari cukup. Tetapi kita melihat semangat yang besar dan keikhlasan perjuangan para kiai dan ulama kita di Kabupaten Bogor,” tutupnya.
(Pandu Maulana)







