SUARABOTIM.COM – Mantan Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyoroti ketimpangan jumlah personel kepolisian dengan jumlah penduduk di Kabupaten Bogor.
Menurut AKBP Wikha, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah dengan jumlah penduduk yang besar itu.
Hal tersebut disampaikan Wikha setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Bogor dan kini mengemban amanah baru sebagai Kapolres Kepulauan Seribu.
AKBP Wikha mengungkapkan, Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang istimewa dengan dinamika masyarakat yang sangat tinggi. Terlebih, Kabupaten Bogor juga menjadi tempat tinggal Presiden Republik Indonesia.
“Bogor ini sangat istimewa, merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, dengan dinamikanya yang luar biasa. Termasuk, Bapak Presiden juga tinggal di Kabupaten Bogor,” ujar AKBP Wikha kepada SuaraBotim.Com, Jumat (23/10/26).
AKBP Wikha menuturkan, kondisi tersebut membuat Polres Bogor memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Ia bersyukur, selama bertugas di Kabupaten Bogor, situasi kamtibmas secara umum dapat dikendalikan dengan baik. Berbagai kejadian yang muncul selama masa kepemimpinannya dapat ditangani melalui kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, selama penugasan kami di Bogor, situasi secara umum aman dan kondusif. Tidak ada kejadian yang berarti, semua kejadian bisa teratasi,” katanya.
AKBP Wikha juga menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan bukan semata-mata ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana maupun jumlah personel kepolisian.
Ia mengucapkan, sinergi dan kesamaan persepsi seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Namun, ia juga berharap, ke depan Polres Bogor semakin mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan masyarakat dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Polri bersama masyarakat, dan tentunya untuk menjaga kamtibmas ke depan, Polri akan mengedepankan kegiatan yang dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat,” ungkapnya.
Meski demikian, AKBP Wikha mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan tugas pengamanan di Kabupaten Bogor selama dirinya menjabat.
Dengan berbagai kekurangan tersebut, kata AKBP Wikha, dapat menjadi bahan evaluasi bagi Kapolres Bogor yang baru, AKBP Arfan Zulkan Sipayung.
Ia juga berharap pejabat baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan insan pers.
Selain evaluasi kinerja, AKBP Wikha turut menyoroti rasio jumlah personel kepolisian yang dinilai masih jauh dari ideal dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor.
“Ya, pasti. Salah satu yang menjadi isu di Polres Bogor adalah police ratio-nya masih jauh dari normal. Standarnya mungkin satu personel dibandingkan dengan 450 masyarakat, sedangkan di Bogor satu personel harus melayani lebih dari 3.000 masyarakat,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, AKBP Wikha berharap jumlah personel Polres Bogor dapat ditingkatkan, disertai pemenuhan sarana dan prasarana pendukung agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Ia menilai, penambahan personel dan peningkatan fasilitas kepolisian menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan di Kabupaten Bogor yang memiliki wilayah luas serta dinamika masyarakat yang tinggi.
“Otomatis ke depan harapan saya Bogor ini bisa meningkat polresnya, jumlah personelnya dan sarana prasarananya bisa lebih dilengkapi sehingga bisa melayani masyarakat lebih baik,” tutupnya.
(Pandu Maulana)







