SUARABOTIM.COM – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor, Daulat Harahap, mengajak seluruh elemen pemuda di Kabupaten Bogor untuk memperkuat persatuan, menjaga kondusivitas wilayah, serta mencegah kenakalan remaja.
Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Daulat berharap, di usia ke-67 tahun, Pemuda Pancasila semakin baik, humanis, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Semoga Pemuda Pancasila ke depannya lebih baik lagi dan lebih humanis kepada masyarakat. Kami di Kabupaten Bogor juga harus selalu menjaga kondusivitas bersama ormas lain, OKP lain, dan seluruh pemuda harus bersatu,” ujar Daulat di Alun-alun Kabupaten Bogor, Rabu (28/10/2026).
Daulat menuturkan, momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat pentingnya memperkuat persatuan serta membangun sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah.
Ia menegaskan, Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait demi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Harapan saya, Pemuda Pancasila terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Selain menjaga kondusivitas wilayah, Daulat menilai silaturahmi antarpemuda menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kenakalan remaja, termasuk aksi tawuran antarpelajar.
Menurutnya, hubungan yang baik antarkelompok pemuda dapat terbangun melalui pertemuan dan kegiatan bersama yang positif. Dengan begitu, para remaja dapat saling mengenal sehingga potensi kesalahpahaman maupun konflik bisa diminimalkan.
“Utamanya itu silaturahmi. Insyaallah, pemuda di Kabupaten Bogor akan kondusif kalau para remajanya saling bersilaturahmi,” jelasnya.
Namun, Daulat juga mengatakan, pihaknya siap menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan patroli bersama sebagai upaya mengantisipasi tawuran dan berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.
Ia berharap, pendekatan melalui komunikasi dan kegiatan positif dapat menjadi sarana membangun kedekatan antarpelajar maupun organisasi kepemudaan.
“Tidak kenal maka tidak sayang. Kadang-kadang pelajar dari sekolah A dan sekolah B tidak saling mengenal. Namun, kalau sering mengadakan kegiatan positif bersama, insyaallah mereka bisa saling mengenal dan menghargai,” pungkasnya.
(Penulis: Pandu Maulana)







