Jakarta, SuaraBotim.Com — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menetapkan target ambisius untuk sektor kesehatan preventif nasional. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 136 juta masyarakat Indonesia mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan capaian tahun 2025 yang menjangkau 70 juta penerima manfaat. Budi menjelaskan bahwa dari capaian tahun lalu, pemerintah telah berhasil memetakan kondisi kesehatan masyarakat dalam berbagai klasifikasi, mulai dari kondisi sehat hingga tidak sehat.
“Penerima manfaat program CKG sepanjang tahun lalu sudah mencapai 70 juta. Dari situ terlihat kondisi kesehatan masyarakat kita sangat beragam,” ujar Budi di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Menkes menegaskan bahwa program CKG bukan sekadar seremoni skrining massal. Inti dari kebijakan ini adalah memastikan masyarakat tetap produktif sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.
Inovasi utama pada pelaksanaan tahun 2026 adalah adanya sistem “tata laksana” atau tindak lanjut bagi warga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan kondisi kurang sehat (rapor kuning) atau sakit (rapor merah).
“Pilot project-nya sudah berjalan. Kami ingin memastikan orang yang kita identifikasi kurang sehat harus ditindaklanjuti. Harus kita tata laksana agar kembali menjadi sehat,” tegas Budi.
Aspek tindak lanjut medis inilah yang menjadi pembeda signifikan. Jika tahun 2025 fokus pada perluasan akses skrining, maka tahun 2026 pemerintah berkomitmen mengawal proses pengobatan dan perawatan bagi mereka yang terjaring dalam skrining tersebut.
“Jadi selain jumlahnya naik dari 70 juta ke 136 juta, yang paling penting adalah kita mulai terapkan tata laksananya, termasuk pengobatan dan perawatannya di lapangan,” pungkasnya.
Hadirnya program ini diharapkan mampu menekan biaya pengobatan jangka panjang nasional dengan mendeteksi penyakit secara dini di level masyarakat paling bawah.







