Cibinong, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar dialog strategi pengembangan Wilayah Pemekaran (WP) Bogor Timur bersama Presidium Bogor Timur dan DPRD Kabupaten Bogor dapil II di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, pada Selasa (27/5/25).
Dialog tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur.
Ketua Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rana, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk komitmen untuk mendorong realisasi pemekaran wilayah Bogor Timur, yang merupakan salah satu visi dan misi Bupati Bogor saat Pilkada lalu.
“Hari ini kita bersama 10 anggota DPRD dari Dapil 2, 7 camat, 7 ketua Apdesi, dan DPP Presidium Bogor Timur menyampaikan masukan terkait blue print pembentukan DOB Bogor Timur. Termasuk membahas titik lokasi pusat pemerintahan dan sarana prasarana yang harus dipersiapkan,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Alhafiz menambahkan, berdasarkan Perda yang telah disepakati sebelumnya, titik pusat pemerintahan direncanakan berada di Kecamatan Jonggol. Namun, penetapan lokasi dan nama ibu kota wilayah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bogor.
“Kalau soal hibah tanah 80 hektare di Sukamakmur, saya belum dengar. Tapi untuk penetapan titik koordinat dan nama ibu kota, kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati dan Sekda,” katanya.
Menurut Alhafiz, persiapan DOB Bogor Timur tidak harus menunggu pencabutan moratorium dari pemerintah pusat. Bupati Bogor berkomitmen agar anggaran persiapan bisa masuk di tahun 2025 dan pembangunan kantor pemerintahan dimulai pada 2026. Dengan begitu, saat moratorium dicabut, Bogor Timur sudah siap secara administratif dan infrastruktur.
“Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bogor Timur sudah cukup kuat. Tujuh kecamatan di wilayah ini menyumbang sekitar Rp800 miliar per tahun,” terangnya.
Selain infrastruktur pemerintahan, lanjut dia, pihaknya juga mendorong penguatan sektor layanan publik seperti pembangunan RSUD Cileungsi, revitalisasi sekolah, serta pendirian universitas negeri di Bogor Timur.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor atas komitmennya dalam mendorong pemekaran wilayah.
“Saya mewakili warga Bogor Timur mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang begitu antusias memberikan ruang dan dukungan konkret agar pemekaran bisa segera terwujud. Ini bukan sekadar wacana, tapi harus dibuktikan dengan langkah nyata,” tegasnya.
Beben juga menekankan, bahwa pentingnya kesepakatan warga terkait lokasi ibu kota Bogor Timur.
“Belum ada penetapan, dan kami sepenuhnya serahkan kepada pemerintah. Insyaallah, pemekaran Bogor Timur akan berjalan seiring dengan rencana pemekaran Bogor Barat,” pungkasnya.







