SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1.752.736.169, hingga 1 September 2026.
Anggaran tersebut diajukan dan digunakan oleh tiga perangkat daerah, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos), dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor.
Salah satu penggunaan anggaran BTT tersebut difokuskan untuk menangani dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor selama musim kemarau.
Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan mengungkapkan, hingga saat ini, terdapat tiga perangkat daerah yang mengajukan penggunaan anggaran BTT..
”Sampai dengan 1 September 2026, ada tiga dinas yang mengajukan anggaran BTT bencana kekeringan, yaitu BPBD, Dinsos dan Damkar, dengan total Rp1.752.736.169,” kata Achmad Wildan saat dikonfirmasi SuaraBotim.Com, Minggu (6/9/26).
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan, permintaan bantuan air bersih terus meningkat sejak awal Juni 2026.
”Sampai hari ini sudah ada permintaan air bersih di 32 kecamatan. Sebenarnya, kekeringan ini sudah mulai ada permintaan sejak awal bulan Juni dan intensitasnya terus meningkat,” kata Ade Hasrat kepada SuaraBotim.Com, Minggu (6/9/26).
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor masih terus melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi meningkatnya dampak kekeringan dalam beberapa waktu ke depan.
”Seperti yang sudah disampaikan Pak Bupati, kami masih terus berupaya melakukan antisipasi karena puncak kekeringannya diperkirakan terjadi pada bulan Oktober berdasarkan informasi dari BMKG,” ujarnya.
Ade menjelaskan, status tanggap darurat yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bogor memungkinkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga untuk kebutuhan penanganan bencana kekeringan.
Anggaran tersebut dapat digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional, seperti pembelian bahan bakar kendaraan hingga distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak.
”Karena kita sudah menetapkan tanggap darurat, maka sesuai ketentuan kita bisa mempergunakan dana BTT untuk kondisi tanggap darurat. Misalnya untuk pembelian bahan bakar dan pengiriman air bisa ditanggulangi dari dana BTT,” jelasnya.
Dalam penanganan kekeringan, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bogor. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Dinas Sosial juga turut membantu pendistribusian air kepada masyarakat.
Selain itu, BPBD Kabupaten Bogor juga mendapatkan dukungan pasokan air bersih secara gratis dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.
”Yang terbesar memang kita memperoleh bantuan air secara gratis dari PDAM. Sampai hari ini sudah hampir 2 juta liter air yang kita kirimkan kepada masyarakat,” tutup dia.
(Pandu)






