Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar, mengunjungi rumah Iwan (32), korban pengeroyokan oleh suporter Jak Mania di Jatinegara.
Insiden tersebut terjadi setelah laga Persib melawan Persija di Stadion Patriot, Bekasi, dan menjadi perhatian publik setelah video kekerasan beredar luas di media sosial.
Melalui unggahan di Instagram, Ketua VPC Tobias Ginanjar mengabarkan, kondisi terbaru korban pengeroyokan suporter Persib Bandung di stasiun kereta yang videonya beredar luas di media sosial.
“Alhamdulillah kang iwan korban pemukulan yang di stasiun Jatinegara sudah bisa ketawa dihibur teman2 bobotoh. Banyak bobotoh dan warga sekitar yang peduli sama beliau. Infonya bsk bobotoh yg lainnya jg akan dtg menjenguk dari berbagai elemen,” tulis Tobias Ginanjar dalam unggahan instagram.
Sementara, Penasehat Viking Bogor Timur Fajar Arif mengungkapkan, bahwa Iwan merupakan seorang disabilitas tunawicara yang tidak dapat berbicara.
“Iya, dia disabilitas, tidak bisa bicara,” ujarnya, Selasa (18/2/2025).
Menurut Fajar, korban tinggal di Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dan bukan anggota Viking Gunung Putri.
“Iwan memang suka menonton Persib, tapi dia bukan anggota kami,” ungkapnya.
Sebagai bentuk solidaritas, Tobias Ginanjar memberikan sejumlah buah tangan kepada Iwan, termasuk sebuah jersey Persib sebagai tanda dukungan.
Selain memberikan dukungan kepada korban, Fajar Arif juga mengimbau seluruh anggota Viking Gunung Putri untuk tidak menonton pertandingan langsung ke stadion, melainkan mengadakan acara nonton bareng (nobar) di wilayah masing-masing.
“Saya selaku Penasehat Viking Bogor Timur yang mencakup enam kecamatan mengimbau semua anggota untuk mengadakan acara nobar di tiap wilayah,” tutupnya.
Selain itu, Pengurus Bobotoh Gunung Putri Ujhe memaparkan, bahwa saat ini korban pengeroyokan tersebut sudah dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah beliau yang jadi korban pengeroyokan pulang kerumah dengan, keadaan sehat wal’afiat,” ujarnya.
“Dia bukan anggota Viking manapun. Melainkan dia adalah bobotoh yang suka Persib Bandung dan tidak tau kalau adanya rivalitas Bandung sama Jakarta,” tambahnya.
Ujhe juga mengimbau, agar suporter tidak terlalu fanatik kepada tim yang didukung karena tidak ada sepakbola yang sebanding dengan nyawa.
“Himbauan untuk Bobotoh yang ada di Gunung Putri, kita boleh mencintai tim sepak bola kita masing-masing, tapi ingat tidak ada sepakbola yang sebanding dengan nyawa manusia,” tutupnya.
(pandu)







