Sukamakmur, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kecamatan Sukamakmur terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada aspek Rata-rata Lama Sekolah (RLS), yang selama ini masih menjadi tantangan di wilayah tersebut.
Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Bogor, khususnya dalam hal perbaikan data dan percepatan akses pendidikan.
Camat Sukamakmur, Bakri Hasan menjelaskan, bahwa pada tahun 2023, RLS Kecamatan Sukamakmur berada di posisi ke-39 dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Namun, pada tahun 2024, posisi tersebut berhasil naik dua peringkat ke posisi 37. Meski begitu, ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai.
“Tahun 2024 kemarin kita naik menjadi posisi 37 dari sebelumnya posisi 39. Nilai RLS kita hanya 7,1 poin. Target kami, dengan semangat kolaborasi seluruh stakeholder, di akhir 2025 kita bisa masuk ke posisi di bawah 30 besar,” katanya kepada SuaraBotim.Com, Senin (26/5/25).
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor H. Ansori Setiawan, menyoroti, rendahnya RLS Sukamakmur yang salahsatunya dipengaruhi oleh belum akuratnya data pendidikan dalam Kartu Keluarga (KK) masyarakat.
“Pendidikan di Kecamatan Sukamakmur perlu didorong. Saya minta Camat dan para kepala desa membantu perbaikan data kependudukan, terutama pendidikan terakhir yang tercantum dalam KK. Banyak warga yang sebenarnya sudah tamat SMP, SMA, atau kuliah, tapi data di KK masih menunjukkan hanya SD atau tidak sekolah,” jelasnya.
H. Ansori menegaskan, bahwa hal ini sangat mempengaruhi perhitungan IPM secara statistik, dan pembaruan data menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan.
“Saya yakin Pak Bupati sangat fokus pada peningkatan sektor pendidikan. Dan saya sebagai wakil rakyat di Dapil II akan terus mendorong agar pendidikan di Sukamakmur meningkat, baik dari segi akses maupun kualitas,” pungkasnya.
Upaya peningkatan IPM di Sukamakmur dipandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membuka lebih banyak peluang pendidikan bagi generasi muda.
(Pandu)







