Klapanunggal, SuaraBotim.Com – Sebanyak 13 rumah mengalami kerusakan, akibat angin kencang yang terjadi di Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor; Sabtu (7/6/25).

Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Jalaludin mengatakan, pihaknya menerima laporan atas terjadinya peristiwa tersebut pada pukul 16:30 WIB.
“Dikarenakan hujan dengan intensitas sedang disertai angin yang cukup kencang, sehingga mengakibatkan beberapa unit rumah terdampak,” ucapnya kepada SuaraBotim.Com.
Jalal menyebut, sebanyak 13 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dari empat titik lokasi yang berbeda.
“Kampung Nambo RT 03/02, RT 04/02, RT 03/03, dan Kampung Bantar Kopo RT 01/04, Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal,” paparnya.
Hasil kaji cepat, lanjut Jalal, sebanyak 13 unit rumah terdampak dan satu unit rumah rusak sedang dan 12 unit Rumah Rusak Ringan.
“Lokasi pertama Kampung Nambo RT 03/02, 2 unit rumah Rusak Ringan (RR). Rumah Ibu Sani 2 Kartu Keluarga (KK) dan 5 Jiwa dan Bapak Feri Sandria satu KK tiga jiwa,” ucapnya.
Untuk lokasi kedua, kata dia, Kampung Nambo RT 03/03 sebanyak empat rumah mengalami rusak ringan. Rumah bapak Roni dua KK enam jiwa, bapak Suryana satu KM tiga jiwa, bapak Samin dua KK tujuh jiwa dan bapak Kusnadi satu KK dua Jiwa.
Selanjutnya, di Kampung Nambo RT 04/02 satu rumah mengalami rusak sedang dan lima rumah mengalami rusak ringan.
“Rumah bapak Enjum satu KK empat jiwa mengalami rusak sedang. Rumah bapak Mamun satu KK tiga jiwa, rumah bapak Saepudin satu KK dua jiwa, rumah bapak Muhtarudin satu KK dua jiwa, rumah bapak Andri satu KK tiga jiwa dan rumah ibu Romi satu KK dua jiwa mengalami rusak ringan,” jelasnya.
“Sedangkan, di Kampung Bantar Kopo Rt 01/04, rumah bapak Riki satu KK dua jiwa mengalami rusak ringan,” terusnya.
Dari peristiwa tersebut, beruntung tidak ada korban jiwa, hanya saja beberapa warga dipastikan mengungsi.
Sementara, salahsatu warga yang terdampak juga, Andi menuturkan, bahwa atap rumahnya bolong karena angin kencang tersebut.
“Untungnya cuma satu asbes yang pecah, ya kita juga tetap berhati-hati karena bencana alam itu tidak ada yang tahu. Tetap waspada intinya mah,” tutup Andi.
(Pandu)







