SuaraBotim.Com – Anak dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor yang diduga selingkuh melaporkan ke Bupati Bogor atas kasus tersebut.
D (24) mengatakan, bahwa hari ini dirinya melakukan laporan ke beberapa dinas terkait atas dugaan selingkuh ayahnya yang juga seorang ASN.
“Hari ini laporan ke bupati tembusannya ke Disdik, kemudian ke Inspektorat, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kemudian Sekda juga, seperti itu. untuk laporannya pelanggaran ASN,” ucapnya.
“Laporannya kita sebar, kita ke lima tempat ya, tadi juga di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) juga kita dapat bantuan hukum,” terusnya.
D juga menyebut, dirinya meminta agar kasus tersebut ditindaklanjuti dan melampirkan bukti-bukti atas aduan nya.
“Tadi berkasnya surat dari saya surat permintaan untuk ditindak lanjut disiplin ASN, kemudian lampirannya kronologi kejadian dan bukti-bukti saja,” terangnya.
“Dari disdik hari ini wawancara dari terlapor satu dan terlapor dua untuk dimintai keterangan. Nanti, rencananya katanya kemungkinan di minggu ini kita (keluarga) bakal dipanggil lagi, karena saat ini saya hanya lapor aja belum dimintai keterangan,” sambungnya.
Lebih lanjut, kata dia, tujuannya dirinya membual laporan agar yang bersangkutan dihukum sesuai dengan pasal yang ada.
“Kalau goals nya mungkin karena ini kasusnya perselingkuhan, dan keluarga tidak diberi nafkah yang layak, mungkin masuknya ke penelantaran juga. Jadi, sesuai dengan peraturan hukum yang ada juga seperti sepertiga gaji atau mungkin sesuai dengan pasal yang ada, ikut peraturan yang ada aja,” jelasnya.
D juga menuturkan, dalam cuitan di sosial medianya, yang bersangkutan sempat memukul ibunya. Sehingga, dirinya tidak melakukan laporan polisi karena kurangnya persyaratan.
“Karena kita gaada hasil visum, karena kita ada foto aja dan saksi, itu masih kurang kalau untuk laporan polisi seperti itu, jadi kita bertindaknya ke pelaporan ke Disdik dulu sama dinas terkait,” pungkasnya.
Sebelumnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor diduga berselingkuh sesama ASN. Hal tersebut di unggah oleh akun X dengan username @sugarplumpy.
Ketika dikonfirmasi, pemilik akun tersebut mengatakan, bahwa kronologi tersebut terjadi pada bulan Oktober tahun 2024 lalu.
“Ketauannya itu bulan Oktober tahun 2024. Itu berdampak ke mental, trauma juga ya, semua kejadiannya yang udah terjadi itu diliat sama adik juga,” kata pemilik akun saat dikonfirmasi, Minggu (8/6/25).
“Kemudian, kalau ke arah materil karena jarang pulang kan misalnya minta uang atau kebutuhan lainnya kita cuma ngandelin dari mamah juga,” terusnya.
Pemilik akun tersebut juga mengungkapkan, dugaan perselingkuhan itu terbongkar pada tahun 2024 lalu tepatnya pada bulan Oktober.
“Nikah sama mama gue udah 25 tahun. Tapi tahun 2024 kemarin dia putuskan buat bikin ‘babak baru’ dalam hidupnya. Bukan pensiun, bukan. Tapi selingkuh,” tulis @sugarplumpy dalam X.
“Sama temen sekantor. Sesama ASN. Hebat banget ga tuh?!” sambungnya.
Dirinya juga menjelaskan, bahwa ASN tersebut pengawas SMP (S) di Disdik Kabupaten Bogor yang diduga berselingkuh sesama ASN pengawas SD (S).
Pada tahun lalu, si ASN pengawas SMP (S) meminta izin untuk poligami kepada istrinya. Namun, istri S tersebut mengira itu hanya bercanda.
Lebih lanjut, kata dia, sikap S menjadi berbeda dan ketahuan berselingkuh oleh istrinya. Lalu, istri S menemukan chat mesra pada bulan Oktober tahun 2024 lalu.
“Isi chat: ‘iya mih, mas tahu itu privasi’ dan ‘hehe iya sayang’,” tulisnya lagi @sugarplumpy.
Pada 3 Oktober 2024, lanjut dia, S menampar istrinya didepan anak-anaknya dan pada 18 Oktober 2024 memukul menggunakan raket nyamuk.
“Berantem gara-gara mama ga terima bapa gue selingkuh. Untungnya, adik gue berhasil stop aksi tersebut. Memang ga ada luka, tapi luka mentalnya? Udah permanen buat kita semua,” jelas dia.
Ia juga membeberkan, istri S tersebut menemukan nota makan dan belanja jam tangan di The Park Sawangan yang juga tempat tersebut dekat dengan rumah Pengawas SD.
D (24) yang juga pemilik akun X tersebut telah menghubungi pengawas SD (S) secara baik-baik. Namun, nomornya dan keluarganya diblokir.
“Nomor gue, nomor ibu gue. Nomor semua keluarga, diblok semua sama ibu S. Kita ga bisa kontak dia sama sekali. Tapi mereka? Masih asik mesra-mesraan,” bebernya.
Lebih lanjut, D yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara itu memutuskan untuk pindah rumah ke kos agar semuanya baik-baik saja.
“Sejak ketahuan, rumah rasanya dingin. Bukan karena suhu, tapi karena suasananya. Karena ada luka yang ga pernah disembuhin, dan semua orang cuma pura-pura lupa,” kata dia.
Namun, pada awal tahun 2025, S jarang sekali berada di rumah dengan D. S yang sebagai ASN pengawas SMP Disdik Kabupaten Bogor berdalih latihan, pelatihan dan persiapan lomba.
Pada 29 Mei tahun 2025, S meminta izin untuk latihan paduan suara di Pemda dan dicurigai oleh istrinya. S batal berangkat karena tidak dapat bertemu dengan Pengawas SD (S) tersebut.
“Mama udah curiga dan mau ikut. Guess what? Latihannya batal, bapa gue ga jadi berangkat. Fix, prioritas hidupnya sekarang udah beda,” ungkap D.
S sempat pergi dari rumah selama semunggu tanpa kabar. S pun sempat kembali kerumah hanya memberikan uang kepada adik D dan mengobrol soal perceraian dengan istrinya.
Sebelum itu, istri S pernah meminta uang untuk membayar pembantu. S memerintahkan agar membayar memakai uang sendiri karena ingin melakukan perceraian.
“’Pake uang senfiri aja, kan mau cerai,’ dan ‘Iya kalau mama ga mau di madu, ya cerai aja,’” jelas D menirukan.
D juga menegaskan, dirinya tidak akan berhenti sampai ada keadilan untuk ibu dan keluarganya.
“Gue ga akan berhenti sampai keadilan buat ibu dan keluarga gue ditegakkan. Dan kayaknya emang harus lewat sosmed biar dapet atensi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor belum menanggapi dari hal tersebut.
(Pandu)







