Saturday, October 24, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Kisah Pilu Maman, Pedagang Bendera Asal Garut yang Berjualan di Pakansari

by Asep Saepudin Sayyev
August 1, 2025
in Suara Bogor
0
Kisah Pilu Maman, Pedagang Bendera Asal Garut yang Berjualan di Pakansari
Share on FacebookShare on Twitter

 

Cibinong, SuaraBotim.Com – Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat perjuangan tampak hidup di antara para pedagang musiman, salah satunya Maman Sulaeman (50), seorang pedagang bendera asal Garut yang berjualan di kawasan Pakansari, Kabupaten Bogor.

READ ALSO

Viral Video Dugaan Tindakan Tidak Senonoh di Warung Nasi Bojong Nangka, Polisi Turun Tangan

Layani 6,1 Juta Penduduk, Ade Ruhandi Minta Kapolres Bogor Baru Perjuangkan Tambahan Personel

Maman mengungkapkan, bahwa dirinya telah menjajakan bendera Merah Putih sejak tahun 2010. Selain sebagai pedagang musiman, kesehariannya ia jalani sebagai tukang cukur rambut. Namun, setiap bulan Agustus, ia rela berpanas-panasan demi menghidupi keluarganya.

“Saya jualan bendera cari sesuap nasi buat anak dan istri. Mudah-mudahan kemerdekaan itu bukan sekadar seremoni. Nenek moyang kita dulu berjuang sampai titik darah terakhir,” ujar Maman kepada SuaraBotim.Com, Jum’at (1/8/25).

Ia meminta, perhatian dari pemerintah dan aparat, khususnya Satpol PP, agar tidak serta-merta menertibkan pedagang bendera yang berjualan di tepi jalan, selama tidak mengganggu lalu lintas.

“Kalau bisa, jangan diusir. Kita jualan setahun sekali. Bukan ngejar kaya atau beli mobil, tapi buat sekolah anak. Saya punya delapan anak dan tiga cucu,” ucapnya.

Menurut Maman, saat ini tantangan pedagang semakin berat. Selain persaingan dengan platform online, pembagian bendera secara gratis oleh pemerintah juga turut mempengaruhi pendapatan mereka.

“Dulu jaman Pak SBY saya bisa dapet Rp2 juta sehari, sekarang paling Rp100–300 ribu. Apalagi sekarang orang beli bendera online, padahal kualitasnya belum tentu. Kalau beli ke pedagang, bisa lihat langsung kualitas bahan,” ungkapnya.

Harga bendera yang dijual Maman bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung ukuran dan bahan.

Ia juga menitipkan pesan kepada pemerintah, dari tingkat pusat hingga RT, untuk ikut mendorong masyarakat memeriahkan kemerdekaan secara maksimal.

“Kalau intruksi dari atas bagus, pasti semangat masyarakat juga tinggi. Tolong jangan bagi-bagi bendera gratis, kasih kami kesempatan buat jualan. Merdeka itu hasil perjuangan, jangan disepelekan,” tegas Maman.

Sementara itu, Nusantara (21), seorang pejalan kaki yang melintas di sekitar Pakansari, mengaku terharu dengan perjuangan pedagang seperti Maman.

“Saya salut dengan semangatnya. Walau penghasilannya kecil, tapi beliau tetap berjuang. Harusnya pemerintah juga dukung mereka, karena merekalah wajah perjuangan rakyat kecil di masa kini,” kata Nusantara.

(Pandu)

Tags: Penjual Bendera Merah PutihStadion Pakansari

Related Posts

Viral Video Dugaan Tindakan Tidak Senonoh di Warung Nasi Bojong Nangka, Polisi Turun Tangan
Suara Bogor

Viral Video Dugaan Tindakan Tidak Senonoh di Warung Nasi Bojong Nangka, Polisi Turun Tangan

October 23, 2026
Layani 6,1 Juta Penduduk, Ade Ruhandi Minta Kapolres Bogor Baru Perjuangkan Tambahan Personel
Suara Bogor

Layani 6,1 Juta Penduduk, Ade Ruhandi Minta Kapolres Bogor Baru Perjuangkan Tambahan Personel

October 23, 2026
Kenang Berbagai Kejadian Selama Menjabat Kapolres Bogor, AKBP Wikha: Semuanya Ada!
Suara Bogor

Kenang Berbagai Kejadian Selama Menjabat Kapolres Bogor, AKBP Wikha: Semuanya Ada!

October 23, 2026
Pamit dari Polres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto Soroti Minimnya Jumlah Personel
Suara Bogor

Pamit dari Polres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto Soroti Minimnya Jumlah Personel

October 23, 2026
Rudy Susmanto Titip Pesan ke Kapolres Bogor Baru AKBP Arfan Zulkan Sipayung
Suara Bogor

Rudy Susmanto Titip Pesan ke Kapolres Bogor Baru AKBP Arfan Zulkan Sipayung

October 23, 2026
Tongkat Komando Polres Bogor Beralih, AKBP Arfan Zulkan Sipayung Gantikan AKBP Wikha Ardilestanto
Suara Bogor

Tongkat Komando Polres Bogor Beralih, AKBP Arfan Zulkan Sipayung Gantikan AKBP Wikha Ardilestanto

October 22, 2026
Next Post
Makna dan Arti Logo Resmi HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025

Makna dan Arti Logo Resmi HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Viral Video Dugaan Tindakan Tidak Senonoh di Warung Nasi Bojong Nangka, Polisi Turun Tangan
  • Jadi Lebih Mudah Diakses, Masyarakat Apresiasi Layanan ATR/BPN Dekat
  • Layani 6,1 Juta Penduduk, Ade Ruhandi Minta Kapolres Bogor Baru Perjuangkan Tambahan Personel
  • Kenang Berbagai Kejadian Selama Menjabat Kapolres Bogor, AKBP Wikha: Semuanya Ada!
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?