Saturday, December 6, 2025
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Kisah Pilu Maman, Pedagang Bendera Asal Garut yang Berjualan di Pakansari

by Asep Saepudin Sayyev
August 1, 2025
in Suara Bogor
0
Kisah Pilu Maman, Pedagang Bendera Asal Garut yang Berjualan di Pakansari
Share on FacebookShare on Twitter

 

Cibinong, SuaraBotim.Com – Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat perjuangan tampak hidup di antara para pedagang musiman, salah satunya Maman Sulaeman (50), seorang pedagang bendera asal Garut yang berjualan di kawasan Pakansari, Kabupaten Bogor.

READ ALSO

Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025

Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas

Maman mengungkapkan, bahwa dirinya telah menjajakan bendera Merah Putih sejak tahun 2010. Selain sebagai pedagang musiman, kesehariannya ia jalani sebagai tukang cukur rambut. Namun, setiap bulan Agustus, ia rela berpanas-panasan demi menghidupi keluarganya.

“Saya jualan bendera cari sesuap nasi buat anak dan istri. Mudah-mudahan kemerdekaan itu bukan sekadar seremoni. Nenek moyang kita dulu berjuang sampai titik darah terakhir,” ujar Maman kepada SuaraBotim.Com, Jum’at (1/8/25).

Ia meminta, perhatian dari pemerintah dan aparat, khususnya Satpol PP, agar tidak serta-merta menertibkan pedagang bendera yang berjualan di tepi jalan, selama tidak mengganggu lalu lintas.

“Kalau bisa, jangan diusir. Kita jualan setahun sekali. Bukan ngejar kaya atau beli mobil, tapi buat sekolah anak. Saya punya delapan anak dan tiga cucu,” ucapnya.

Menurut Maman, saat ini tantangan pedagang semakin berat. Selain persaingan dengan platform online, pembagian bendera secara gratis oleh pemerintah juga turut mempengaruhi pendapatan mereka.

“Dulu jaman Pak SBY saya bisa dapet Rp2 juta sehari, sekarang paling Rp100–300 ribu. Apalagi sekarang orang beli bendera online, padahal kualitasnya belum tentu. Kalau beli ke pedagang, bisa lihat langsung kualitas bahan,” ungkapnya.

Harga bendera yang dijual Maman bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung ukuran dan bahan.

Ia juga menitipkan pesan kepada pemerintah, dari tingkat pusat hingga RT, untuk ikut mendorong masyarakat memeriahkan kemerdekaan secara maksimal.

“Kalau intruksi dari atas bagus, pasti semangat masyarakat juga tinggi. Tolong jangan bagi-bagi bendera gratis, kasih kami kesempatan buat jualan. Merdeka itu hasil perjuangan, jangan disepelekan,” tegas Maman.

Sementara itu, Nusantara (21), seorang pejalan kaki yang melintas di sekitar Pakansari, mengaku terharu dengan perjuangan pedagang seperti Maman.

“Saya salut dengan semangatnya. Walau penghasilannya kecil, tapi beliau tetap berjuang. Harusnya pemerintah juga dukung mereka, karena merekalah wajah perjuangan rakyat kecil di masa kini,” kata Nusantara.

(Pandu)

Tags: Penjual Bendera Merah PutihStadion Pakansari

Related Posts

Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025
Suara Bogor

Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025

December 5, 2025
Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas
Suara Bogor

Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas

December 2, 2025
Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Pasar Melonjak
Suara Bogor

Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Pasar Melonjak

December 2, 2025
Sukses, Malam Anugerah Jurnalisme Istimewa PWI Bogor Ajang Regenerasi Jurnalis Muda
Suara Bogor

Sukses, Malam Anugerah Jurnalisme Istimewa PWI Bogor Ajang Regenerasi Jurnalis Muda

December 2, 2025
SKI Solusi Literasi Budaya: Senam Kebudayaan Indonesia Resmi Diluncurkan di Bogor
Suara Bogor

SKI Solusi Literasi Budaya: Senam Kebudayaan Indonesia Resmi Diluncurkan di Bogor

December 2, 2025
Mitigasi Longsor dan Suplai Oksigen, Pemkab Bogor Perluas Penanaman Bambu
Suara Bogor

Mitigasi Longsor dan Suplai Oksigen, Pemkab Bogor Perluas Penanaman Bambu

December 2, 2025
Next Post
Makna dan Arti Logo Resmi HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025

Makna dan Arti Logo Resmi HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025
  • Ayu Fitriani Jadi Bintang, Atletik Kabupaten Bogor Kumpulkan Emas di Hari Pertama
  • Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas
  • Tersambar Petir! Pekerja Bangunan di Tenjo Bogor Tewas Diduga Gegara Sinyal Ponsel

Newsletter

  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?