Sunday, September 13, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Kisah Pilu Maman, Pedagang Bendera Asal Garut yang Berjualan di Pakansari

by Asep Saepudin Sayyev
August 1, 2025
in Suara Bogor
0
Kisah Pilu Maman, Pedagang Bendera Asal Garut yang Berjualan di Pakansari
Share on FacebookShare on Twitter

 

Cibinong, SuaraBotim.Com – Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat perjuangan tampak hidup di antara para pedagang musiman, salah satunya Maman Sulaeman (50), seorang pedagang bendera asal Garut yang berjualan di kawasan Pakansari, Kabupaten Bogor.

READ ALSO

Api TPAS Galuga Membesar Lagi, Wawalkot Bogor Pimpin Pemadaman Hingga Dini Hari

‎Pemkab Bogor Terima 423 Bidang PSU Sentul City, 26 Bidang Ditargetkan Rampung November

Maman mengungkapkan, bahwa dirinya telah menjajakan bendera Merah Putih sejak tahun 2010. Selain sebagai pedagang musiman, kesehariannya ia jalani sebagai tukang cukur rambut. Namun, setiap bulan Agustus, ia rela berpanas-panasan demi menghidupi keluarganya.

“Saya jualan bendera cari sesuap nasi buat anak dan istri. Mudah-mudahan kemerdekaan itu bukan sekadar seremoni. Nenek moyang kita dulu berjuang sampai titik darah terakhir,” ujar Maman kepada SuaraBotim.Com, Jum’at (1/8/25).

Ia meminta, perhatian dari pemerintah dan aparat, khususnya Satpol PP, agar tidak serta-merta menertibkan pedagang bendera yang berjualan di tepi jalan, selama tidak mengganggu lalu lintas.

“Kalau bisa, jangan diusir. Kita jualan setahun sekali. Bukan ngejar kaya atau beli mobil, tapi buat sekolah anak. Saya punya delapan anak dan tiga cucu,” ucapnya.

Menurut Maman, saat ini tantangan pedagang semakin berat. Selain persaingan dengan platform online, pembagian bendera secara gratis oleh pemerintah juga turut mempengaruhi pendapatan mereka.

“Dulu jaman Pak SBY saya bisa dapet Rp2 juta sehari, sekarang paling Rp100–300 ribu. Apalagi sekarang orang beli bendera online, padahal kualitasnya belum tentu. Kalau beli ke pedagang, bisa lihat langsung kualitas bahan,” ungkapnya.

Harga bendera yang dijual Maman bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung ukuran dan bahan.

Ia juga menitipkan pesan kepada pemerintah, dari tingkat pusat hingga RT, untuk ikut mendorong masyarakat memeriahkan kemerdekaan secara maksimal.

“Kalau intruksi dari atas bagus, pasti semangat masyarakat juga tinggi. Tolong jangan bagi-bagi bendera gratis, kasih kami kesempatan buat jualan. Merdeka itu hasil perjuangan, jangan disepelekan,” tegas Maman.

Sementara itu, Nusantara (21), seorang pejalan kaki yang melintas di sekitar Pakansari, mengaku terharu dengan perjuangan pedagang seperti Maman.

“Saya salut dengan semangatnya. Walau penghasilannya kecil, tapi beliau tetap berjuang. Harusnya pemerintah juga dukung mereka, karena merekalah wajah perjuangan rakyat kecil di masa kini,” kata Nusantara.

(Pandu)

Tags: Penjual Bendera Merah PutihStadion Pakansari

Related Posts

Api TPAS Galuga Membesar Lagi, Wawalkot Bogor Pimpin Pemadaman Hingga Dini Hari
Suara Bogor

Api TPAS Galuga Membesar Lagi, Wawalkot Bogor Pimpin Pemadaman Hingga Dini Hari

September 12, 2026
‎Pemkab Bogor Terima 423 Bidang PSU Sentul City, 26 Bidang Ditargetkan Rampung November
Suara Bogor

‎Pemkab Bogor Terima 423 Bidang PSU Sentul City, 26 Bidang Ditargetkan Rampung November

September 11, 2026
‎ATR/BPN Kabupaten Bogor I Digeledah, Begini Kata Rudy Susmanto
Suara Bogor

‎ATR/BPN Kabupaten Bogor I Digeledah, Begini Kata Rudy Susmanto

September 11, 2026
Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Bogor Minta Kelompok Rentan Pakai Masker
Suara Bogor

Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Bogor Minta Kelompok Rentan Pakai Masker

September 11, 2026
Lilin Harapan dari Bogor untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Suara Bogor

Lilin Harapan dari Bogor untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

September 10, 2026
Usai Digeledah Polda Metro Jaya, Pelayanan Kantah Kabupaten Bogor I Kembali Normal
Suara Bogor

Usai Digeledah Polda Metro Jaya, Pelayanan Kantah Kabupaten Bogor I Kembali Normal

September 10, 2026
Next Post
Makna dan Arti Logo Resmi HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025

Makna dan Arti Logo Resmi HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Ratusan Bobotoh Padati Sujud’s Cileungsi, Nobar Persija vs Persib Berlangsung Meriah
  • Api TPAS Galuga Membesar Lagi, Wawalkot Bogor Pimpin Pemadaman Hingga Dini Hari
  • Kebakaran Hebat di Nanggewer Mekar Bogor, 4 Rumah Kontrakan Ludes Dilalap Api
  • Debut Pahit Garudayaksa FC, Takluk 0-2 dari Persik Kediri di Pakansari
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?