Bojonggede, SuaraBotim.Com — Polisi masih terus mendalami peran dan keterlibatan ayah dari Muhamad Arrasya Alfarizky (6), bocah asal Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang tewas akibat penganiayaan oleh ibu tirinya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan tambahan untuk memastikan sejauh mana peran ayah korban dalam kasus tragis ini.
“Kami masih mendalami, namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ayah korban memang jarang berada di rumah,” ujar Kompol Made Gede Oka Utama kepada wartawan, Kamis (23/10/25).
Menurut Kompol Made, ayah korban diketahui bekerja di salah satu tempat pemotongan ayam di wilayah Jakarta, dengan jam kerja yang panjang, mulai dari subuh hingga malam hari.
“Ayah korban bekerja di tempat pemotongan ayam di Jakarta. Berdasarkan keterangan rekan-rekan kerjanya, ia sering bekerja dari pagi buta hingga malam, bahkan kadang menginap di tempat kerja dan tidak pulang ke rumah,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, polisi menduga sang ayah tidak mengetahui secara langsung kekerasan yang dialami korban di rumah.
Meski demikian, lanjut dia, penyidik masih terus menelusuri kemungkinan adanya kelalaian atau pembiaran terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ibu tiri korban.
“Itu yang bisa kami sampaikan sementara. Kami masih terus mendalami keterlibatan ayah korban,” pungkas Made.
(Pandu)







