SuaraBotim.Com – Kim Kardashian mengungkapkan pengalamannya menggunakan ChatGPT semasa belajar hukum, meminta chatbot kecerdasan artifisial itu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang hukum.
“Saya menggunakannya untuk mendapat nasihat hukum,” kata selebritas sekaligus pengusaha Amerika Serikat itu dalam wawancara Lie Detector Test bersama Teyana Taylor untuk Vanity Fair.
“Jadi, ketika saya ingin mengetahui jawaban atas suatu pertanyaan, saya akan mengambil gambar dan menaruhnya di sana,” kata dia
“Kau curang dong?” kata Taylor menimpali.
Namun, Kim mengatakan bahwa ChatGPT kerap memberikan jawaban yang tidak tepat.
“Jawabannya selalu salah. Membuat saya gagal dalam tes,” kata Kim, yang menyebut ChatGPT sebagai frenemy, teman sekaligus musuh.
“Mereka harusnya bisa lebih baik, karena saya mengandalkan mereka untuk membantu saya, tapi dia malah menyampaikan pelajaran hidup dan kemudian menjadi terapis saya, memberi tahu saya bahwa saya harus percaya pada diri sendiri setelah memberikan jawaban yang salah,” katanya.
Kim Kardashian sebelumnya belajar hukum selama enam tahun lewat program magang di California.
Dia berperan sebagai pengacara dalam serial drama hukum baru berjudul “All’s Fair”, yang bercerita tentang firma hukum yang menangani kasus-kasus perceraian.
Pemeran serial drama tersebut mencakup Teyana Taylor, Naomi Watts, Niecy Nash-Betts, dan Sarah Paulson.







