Gunung Sindur, SuaraBotim.Com – SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas pendidikan modern, tetapi juga menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan sejak dini.
Hal ini ditunjukkan dengan dibangunnya berbagai tempat ibadah yang berdampingan di lingkungan sekolah tersebut.
Karowatpers SSDM Polri, Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto, mengatakan bahwa pihaknya baru saja meresmikan Masjid Al-Nadhah Suhada serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan tempat-tempat ibadah lain, seperti gereja Katolik, gereja Protestan, pura, dan vihara.
“Kita melaksanakan peresmian Masjid Al-Nadhah Suhada, kemudian juga meletakkan batu pertama tempat-tempat ibadah, ada gereja Katolik, gereja Protestan, pura, dan vihara,” ujarnya kepada SuaraBotim.Cok Kamis (13/11/25).
Ia menjelaskan, bahwa jarak antar tempat ibadah di SMA KTB sengaja dibuat berdekatan sebagai simbol persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama.
“Pembangunan tempat-tempat ibadah ini kami letakkan tidak jauh antara satu dengan lainnya. Hal ini menandakan bahwa kami sadar akan perbedaan, namun yakin bahwa perbedaan justru menguatkan persatuan dan kesatuan kita,” jelasnya.
Menurut Brigjen Budhi, melalui pendekatan tersebut, para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara akan dididik untuk menghargai keberagaman sejak dini.
“Anak-anak kami nanti di SMA KTB sejak awal sudah dikenalkan dengan perbedaan. Namun perbedaan itu bukan untuk memisahkan, justru mempererat persatuan di antara mereka,” tambahnya.
Ia berharap, langkah tersebut dapat melahirkan generasi emas Indonesia yang berkarakter toleran, berjiwa nasionalis, dan mampu menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.
“Harapannya, generasi-generasi emas kita ke depan bisa bersatu padu, tidak terpecah karena perbedaan agama maupun latar belakang lainnya,” pungkasnya.
(Pandu)







