Cibinong, SuaraBotim.Com – Ketua KC FSPMI Bogor, Komarudin Sriyatno tanggapi banyaknya perusahaan yang memilih keluar daerah lain dibandingkan di wilayah Kabupaten Bogor.
Ia meminta, agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor agar terus mengevaluasi agar perusahaan tidak keluar kedaerah lain.
“Saya meminta kepada pemerintah, kita evaluasi bersama-sama. Apakah betul indikatornya adalah upah,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jumat (21/11/25).
Komarudin menyebut, saat ini pengusaha banyak yang mengeluh dari berbagai faktor yang menyebabkan perusahaan-perusahaan mengalami permasalahan.
“Banyak keluhan keluhan para pengusaha, contoh perizinan kabupaten bogor sangat sulit, lambat, terlalu banyak pungli, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
“Makannya, tuntutan kita berantas pungli, brantas premanisme, sehingga perusahaan tidak dibebankan lagi,” sambung dia.
Terlebih, kata Komarudin, upah pekerja jangan dijadikan indikator utama penyebab perusahaan yang lari keluar daerah.
“Upah itu bukan indikator utama, maka saya mengajak kepada pemerintah, yu kita evaluasi sama sama, kita benahi sama sama, jangan hanya upah yang menjadi sorotan,” tutupnya.
(Pandu)







