SUARABOTIM.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 2,5 juta orang di kawasan Puncak Bogor selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengatakan target tersebut didasarkan pada hasil monitoring langsung yang telah dilakukan bersama Wakil Menteri Pariwisata beberapa waktu lalu. Berdasarkan pantauan di lapangan, tingkat kunjungan wisatawan di jalur Puncak terbilang masih tinggi.
“Untuk Libur Nataru ini target kita di atas 2,5 juta pengunjung. Dari hasil monitoring kemarin, khususnya di jalur Puncak, kunjungan wisatawan masih cukup banyak. Kami optimistis hingga 31 Desember bisa mencapai angka tersebut,” kata Ria kepada SuaraBotim.Com, Senin (22/12/25).
Ria menjelaskan, lonjakan kunjungan wisatawan sudah mulai terlihat sejak akhir pekan lalu. Hal ini seiring dengan dimulainya libur sekolah, sehingga kawasan wisata Puncak mulai dipadati wisatawan sejak Sabtu dan Minggu.
“Prediksi keramaian sudah terjadi sejak akhir pekan kemarin karena anak-anak sekolah sudah memasuki masa libur. Puncaknya nanti diperkirakan pada malam Natal, libur Natal, dan malam Tahun Baru,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan wisatawan, Disbudpar Kabupaten Bogor telah melakukan koordinasi dengan Polres Bogor terkait pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama periode Nataru.
Dalam upaya menarik wisatawan, Disbudpar juga menyiapkan berbagai agenda wisata dan event. Salah satunya melalui pelaksanaan Puncak Fest yang digelar saat penutupan jalur Puncak pada malam Tahun Baru.
“Kami akan mengadakan kegiatan Puncak Fest yang didukung oleh Pemkab Bogor bersama PHRI Kabupaten Bogor. Event ini akan mengisi waktu penutupan jalur dari pukul 18.00 hingga 00.00 WIB, sekaligus mendukung tingkat hunian hotel di kawasan Puncak,” jelas Ria.
Namun, Ria menegaskan, pihaknya telah menindaklanjuti Surat Edaran dari Kementerian Pariwisata terkait cuaca ekstrem pada saat libur nataru di wilayah puncak Bogor.
Disbudpar Kabupaten Bogor juga telah berkoordinasi dengan BPBD dan BMKG, serta menggelar rapat koordinasi di tingkat kabupaten dan kecamatan.
“Pengelola destinasi wisata kami minta untuk benar-benar mempersiapkan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung, mengingat kondisi cuaca saat ini. Keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
(Pandu)







