SuaraBotim.Com — Setelah belasan tahun diwarnai ketegangan akibat konflik agraria antara petani dan perusahaan perkebunan, suasana Desa Soso di Kabupaten Blitar kini mulai terasa damai. Melalui kolaborasi erat antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), PT Kismo Handayani, dan masyarakat, konflik tersebut berhasil dituntaskan lewat program Redistribusi Tanah.
Kepala Perkebunan PT Kismo Handayani, Dwi Setyo Rahadi (47), mengakui bahwa sengketa di Desa Soso mungkin tidak akan selesai tanpa proses mediasi berkelanjutan dan fasilitasi Reforma Agraria dari Kementerian ATR/BPN.
“Menyelesaikan konflik dan membangun sinergi dengan masyarakat Desa Soso adalah kebanggaan yang sangat membekas bagi kami,” terang Dwi Setyo Rahadi di lokasi, Senin (5/1/2026).
Kini, para petani dapat mengelola tanah secara mandiri, sementara pihak perusahaan tetap menjalankan operasional dengan aktif memberikan pendampingan edukasi bagi warga. Dwi menyebut produktivitas lahan saat ini jauh lebih baik setelah masyarakat merasa memiliki tanah tersebut secara legal.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar, Barkah Yoelianto, menekankan bahwa kunci utama penyelesaian ini adalah kemauan semua pihak untuk duduk bersama. Pemerintah dalam hal ini berperan sebagai fasilitator yang menyamakan visi.
“Kita memfasilitasi. Mereka yang berkonflik kita dudukkan bareng. Kuncinya adalah kolaborasi. Pertama kita samakan visi, lalu berbagi peran, siapa melakukan apa,” jelas Barkah Yoelianto.
Barkah menambahkan, komitmen pemerintah tidak berhenti pada penerbitan sertipikat semata. Setelah redistribusi, dilakukan pula penataan akses untuk memastikan pengelolaan tanah memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Selesai diberikan sertipikat, mereka mau ditata. Ditata tanahnya, ditata juga pengelolaannya,” ujarnya.
Keberhasilan di Desa Soso diharapkan menjadi bukti nyata bahwa konflik agraria yang rumit sekalipun dapat diselesaikan tanpa konfrontasi, melainkan melalui komunikasi, empati, dan komitmen bersama demi keadilan pertanahan.







