Cibinong, SuaraBotim.Com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah Kabupaten Bogor.
Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengatakan bahwa tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan faktor eksternal, tetapi juga kesiapan destinasi wisata dan pelaku usaha pariwisata di daerah.
“Salah satu tantangan utama yang kami hadapi adalah persoalan aksesibilitas dan kemacetan lalu lintas, terutama menuju destinasi wisata di kawasan Puncak,” ujar Ria Marlisa kepada SuaraBotim,Com, Rabu (7/1/2026).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Disbudpar Kabupaten Bogor melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Satlantas Polres Bogor, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya guna penanganan kemacetan.
Selain itu, Disbudpar juga mendorong pengembangan destinasi wisata alternatif di wilayah lain sebagai upaya pemerataan dan penyebaran wisatawan.
Tantangan berikutnya, lanjut Ria, adalah belum meratanya kualitas destinasi wisata yang sesuai dengan standar usaha pariwisata.
Menyikapi hal tersebut, Disbudpar secara rutin melakukan monitoring dan pembinaan Sertifikasi Kompetensi Usaha (SKU) terhadap pelaku industri pariwisata.
“Kami juga terus melakukan sosialisasi standar usaha pariwisata serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Selain itu, permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di destinasi wisata, juga menjadi perhatian serius.
Disbudpar mendorong para pelaku usaha pariwisata untuk mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab demi menjaga kelestarian lingkungan.
“Pengelolaan lingkungan yang baik akan berdampak langsung pada kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan pariwisata Kabupaten Bogor,” pungkas Ria Marlisa.
Dengan berbagai strategi tersebut, Disbudpar Kabupaten Bogor optimistis kunjungan wisatawan dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
(Pandu)







