Parung, SuaraBotim.Com – Kericuhan terjadi di Kafe Princes KTV yang berlokasi di Ruko Pelangi, Kampung Jati, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Jumat (16/1/2026) dini hari.
Terlihat dari rekaman CCTV, keributan tersebut diduga melibatkan sekelompok pengunjung dan pegawai tempat karaoke.
Kapolsek Parung, Kompol Maman, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah memfasilitasi musyawarah antara kedua belah pihak.
“Sudah ada musyawarah dari kedua belah pihak. Apabila sudah berdamai, maka akan dilakukan restorative justice sesuai ketentuan KUHP,” ujar Kompol Maman kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (17/1/2026).
Kericuhan diduga bermula dari perselisihan antara pengunjung dan pihak kafe terkait pembayaran tagihan.
Adu mulut sempat terjadi sebelum situasi memanas dan berujung keributan di dalam ruangan karaoke.
Informasi kejadian ini pertama kali beredar di media sosial, disertai rekaman kamera pengawas (CCTV) dari lokasi.
Dalam unggahan yang viral di media sosial, keributan tersebut disebut berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap sejumlah pegawai karaoke, termasuk salah satu perempuan.
Salah satu unggahan menyebutkan bahwa keributan dipicu oleh pengunjung yang enggan melunasi pembayaran, sehingga beberapa pegawai diduga menjadi korban kekerasan.
Sebelumnya, Polsek Parung membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana penganiayaan di wilayah hukumnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di Kafe Princes KTV.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kejadian bermula pada Kamis, 15 Januari 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, korban sekaligus saksi pelapor berinisial Aditya, yang merupakan karyawan kafe, sedang bekerja bersama rekan-rekannya.
Tujuh orang tamu yang belum diketahui identitasnya datang ke kafe tersebut. Diduga terjadi kesalahpahaman antara salah satu tamu dengan karyawan bernama Putri, yang memicu ketegangan.
Salah satu tamu disebut menggebrak meja, dan ketika Aditya mencoba melerai, ia justru dipukul satu kali menggunakan tangan kosong pada bagian leher sebelah kiri oleh salah satu dari tujuh tamu tersebut.
(Pandu)







