Bogor, SuaraBotim.Com — Pemerintah memberikan jaminan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan pokok menjelang bulan suci Ramadan 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto guna memastikan kondisi pangan nasional tetap terkendali, sebagaimana kesuksesan menjaga stabilitas pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.
Berdasarkan pemantauan di Pasar Anyar Bogor, Sabtu (24/1/2026), harga sejumlah komoditas strategis di tingkat konsumen terpantau masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Ahmad Nasir, pedagang cabai di Pasar Anyar, mengungkapkan bahwa pasokan saat ini mengalir lancar. “Cabai rawit berada di kisaran Rp45.000 per kg, cabai merah besar Rp32.000, dan cabai keriting Rp35.000 per kg. Stok rutin masuk setiap hari,” jelasnya kepada Aktualita.co.id.
Kondisi serupa terlihat pada komoditas protein hewani. Harga daging sapi stabil di angka Rp130.000 per kg, sementara daging ayam ras berada di kisaran Rp38.000 per kg. Dari sektor pangan pokok, beras medium masih dibanderol Rp13.000 per kg dengan distribusi yang tanpa hambatan.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi spekulan yang menjual di atas ketentuan.
“Presiden sangat memperhatikan stabilitas harga selama Ramadan hingga Idulfitri. Target kami, harga harus di level HAP dan HET. Tidak boleh ada pelaku usaha yang menjual di atas itu,” tegas Andi Amran.
Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah menggandeng Satgas Pangan Polri untuk menindak tegas setiap pelanggaran harga di lapangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan (volatile food) selama periode Ramadan dalam lima tahun terakhir konsisten terjaga di bawah 3 persen.
Menghadapi Ramadan 2026, pemerintah mengandalkan dua strategi utama:
-
Penguatan Intervensi Pangan: Menjaga kelancaran distribusi dari produsen ke pasar.
-
Pengetatan Pengawasan: Memastikan harga di pasar tradisional maupun ritel modern sesuai regulasi.
Dengan inflasi pangan terakhir yang tercatat sebesar 2,74 persen pada Desember 2025, pemerintah optimistis daya beli masyarakat akan tetap terjaga sepanjang bulan suci hingga lebaran mendatang.
(Sheila)







