Tajur Halang, SuaraBotim.Com – Dwi Murdianto warga asal Tajur Halang, Kabupaten Bogor yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 jatuh di Sulawesi Selatan, telah berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan setelah sebelumnya ditemukan oleh Tim Basarnas.
Adik almarhum, Muhammad Tarmizi, mengatakan, Tim Basarnas telah memberikan informasi kepada pihak keluarga bahwa jenazah korban ditemukan secara keseluruhan pada Jumat (23/1/2026). Namun, proses identifikasi baru dapat dipastikan pada Sabtu (24/1/2026).
“Informasi dari Basarnas, per hari Jumat jenazah sudah ditemukan secara keseluruhan, tapi memang belum teridentifikasi. Baru selesai identifikasi di hari Sabtu, kemudian dimandikan, dikafankan, dan dimasukkan ke peti,” ujar Tarmizi kepada wartawan dirumah duka, Minggu (25/1/2026).
Ia menjelaskan, dirinya bersama sang ayah berada di Makassar untuk mewakili keluarga guna memastikan kebenaran hasil identifikasi tersebut sebelum disampaikan kepada keluarga besar di Jakarta.
“Saya dan bapak ada di Makassar untuk memastikan apakah hasil identifikasi itu benar. Setelah dipastikan, saya baru memberikan informasi ke keluarga di Jakarta. Mereka kaget dan tidak bisa menahan emosi, sebagaimana respons keluarga yang sedang berduka,” katanya.
Namun, Tarmizi menyampaikan, meskipun rumah duka berada di Kabupaten Bogor, pihak keluarga memutuskan almarhum akan dimakamkan di Jakarta.
“Untuk sementara rencananya dimakamkan di TPU Menteng Pulo II, Jakarta,” ungkapnya.
Menurut Tarmizi, keputusan tersebut diambil atas pertimbangan keluarga agar almarhum dimakamkan berdekatan dengan ibunda.
“Alasannya sederhana, karena ibu saya berada di sana. Sudah dikonfirmasi juga dengan istri almarhum, dan keinginan keluarga agar dimakamkan dekat dengan ibu,” pungkasnya.
(Pandu)







