Tuesday, November 3, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Pelaku Usaha Genteng Sambut Positif Program Gentengisasi, Harap Dongkrak Ekonomi dan Industri Lokal

by Arsyit Syarifudin
February 6, 2026
in Suara Bogor
0
Pelaku Usaha Genteng Sambut Positif Program Gentengisasi, Harap Dongkrak Ekonomi dan Industri Lokal

Penjual genteng antusias dan berharap dongkrak ekonomi melalui program Presiden Prabowo Subianto, gentengisasi. (Foto: Pandu)

Share on FacebookShare on Twitter

Cibinong, SuaraBotim.Com – Rencana program nasional gentengisasi yang diusulkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut antusias oleh pelaku usaha genteng di berbagai daerah.

Program penggantian atap rumah dari seng atau asbes menjadi genteng berbahan tanah liat dinilai berpotensi besar menghidupkan kembali pasar genteng yang selama beberapa tahun terakhir mengalami kelesuan.

READ ALSO

Dugaan Kasus Korupsi RSUD Bogor Utara, Kejari Kabupaten Bogor Sebut Ada Tersangka Baru?

Hj. Yuliani Hastuti Dorong Ibu-Ibu Limusnunggal Perkuat Silaturahmi Lewat Pengajian Rutin

Pemilik Distributor Busubul Genteng yang berlokasi di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Munah Herlina Busubul, menyatakan dukungan penuhnya terhadap gagasan tersebut.

Menurutnya, program gentengisasi sejalan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus kepentingan industri dalam negeri.

“Di sini kami sangat mendukung sekali program Pak Prabowo. Apa yang beliau sampaikan itu benar, genteng tanah liat jauh lebih estetik, lebih nyaman, ramah lingkungan, dan tentu lebih adem,” ujar Munah saat ditemui, Jumat (6/2/2026).

Munah menilai, penggunaan genteng tanah liat tidak hanya memberikan nilai tambah dari sisi estetika bangunan, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah.

Ia juga membandingkan, atap menggunakan genteng tanah dengan atap seng yang selama ini masih banyak digunakan masyarakat.

“Kalau seng itu panas, kenyamanannya kurang. Memang pemasangannya lebih mudah karena berbentuk lembaran, tapi dari segi kenyamanan dan kesehatan jelas kalah dibanding genteng tanah liat,” jelasnya.

Sebagai distributor, Munah menaruh harapan besar agar program gentengisasi benar-benar direalisasikan secara masif. Ia berharap kebijakan tersebut dapat menggerakkan kembali industri genteng rakyat, khususnya sentra genteng di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

“Saya sangat berharap program ini bisa memajukan industri genteng homoindustri di Jatiwangi, Majalengka. Karena selama ini kami juga mengambil produk dari sana. Kalau produksi di sana maju, otomatis kami sebagai distributor juga ikut maju. Ini kan berarti memajukan produksi dalam negeri,” ungkapnya.

Ia mengakui, penurunan penjualan genteng tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi kondisi ekonomi nasional yang sedang lesu. Bahkan, menurutnya, hampir semua sektor usaha turut merasakan dampaknya.

“Bukan cuma genteng yang lesu, penjual makanan juga begitu. Secara sistem perekonomian memang sedang turun. Nah, kalau pemerintah mengandalkan gentengisasi, kami para pedagang genteng yang sempat lesu ini sangat berharap bisa ikut terdongkrak,” katanya.

Terkait harga, Munah menegaskan bahwa genteng tanah liat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan atap seng. Untuk genteng produksi Jatiwangi, harga berkisar antara Rp3.500 hingga Rp4.500 per buah, tergantung kualitas dan ukuran.

“Kalau dari sisi harga itu sebenarnya hampir sama. Yang membedakan mungkin di tukangnya saja, karena seng lebih cepat dipasang. Tapi kalau dilihat jangka panjang, genteng tanah jauh lebih awet,” jelasnya.

Munah menambahkan, genteng tanah liat telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda dan terbukti memiliki daya tahan tinggi. Bahkan, genteng bekas bangunan tua masih memiliki nilai jual.

“Genteng tanah itu tahan lama. Genteng jadul dari bongkaran kota tua saja masih bagus dan estetik. Kalau seng atau genteng metal, ada masanya, sekian puluh tahun pasti rusak,” tuturnya.

Munah mengaku, menjadi salah satu pihak yang paling antusias saat pertama kali mendengar wacana program gentengisasi dari Presiden Prabowo.

Sebagai pelaku usaha yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia genteng, ia merasa program ini membawa angin segar.

“Waktu pertama dengar, saya senang banget. Kalau ditanya, mungkin saya salah satu yang paling antusias. Karena memang ini bidang kami,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski program tersebut masih tergolong baru dan belum sepenuhnya berjalan, Munah mulai merasakan adanya pergerakan pasar, terutama dari sektor proyek perumahan.

“Memang belum ada pembelian langsung dari program pemerintah, karena ini masih baru. Tapi dari proyek-proyek perumahan, kelihatan mulai bergerak lagi. Bahkan tadi pagi saja sudah ada tiga pembeli,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan pergerakan ini semakin meningkat, terlebih jika pemerintah turut memberikan subsidi dan memprioritaskan pembelian genteng dari daerah-daerah sentra produksi.

“Saya harap kalau gentengisasi ini disubsidi, pemerintah membeli genteng dari daerah. Jadi perputaran ekonomi terus berjalan, dari pabrik kecil sampai distributor,” pungkasnya.

Munah juga mengenang, masa-masa sulit ketika penjualan genteng mengalami penurunan drastis pada beberapa bulan lalu.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebabnya, namun hampir semua pedagang merasakan hal yang sama.

“Beberapa bulan lalu itu benar-benar gubrak, turun drastis. Bukan cuma saya, pedagang lain juga bilang begitu,” katanya.

Diketahui, Munah telah menekuni usaha genteng sejak tahun 2004 di Sukabumi, sebelum akhirnya pindah dan membuka usaha di Bogor pada 2007.

Usaha tersebut telah dijalani secara turun-temurun dan menjadi sumber penghidupan utama keluarganya.

Dengan adanya rencana program gentengisasi nasional, Munah berharap roda perekonomian pelaku usaha genteng kembali berputar dan memberikan harapan baru bagi industri genteng tanah liat di Indonesia.

(Pandu)

Tags: Bisnis PropertiEkonomi BogorGenteng JatiwangiGentengisasiKaradenanPrabowo Subianto

Related Posts

Dugaan Kasus Korupsi RSUD Bogor Utara, Kejari Kabupaten Bogor Sebut Ada Tersangka Baru?
Suara Bogor

Dugaan Kasus Korupsi RSUD Bogor Utara, Kejari Kabupaten Bogor Sebut Ada Tersangka Baru?

November 3, 2026
Hj. Yuliani Hastuti Dorong Ibu-Ibu Limusnunggal Perkuat Silaturahmi Lewat Pengajian Rutin
Suara Bogor

Hj. Yuliani Hastuti Dorong Ibu-Ibu Limusnunggal Perkuat Silaturahmi Lewat Pengajian Rutin

November 3, 2026
Puluhan Perkara Inkrah, Kejari Kabupaten Bogor Musnahkan Barang Bukti Narkotika hingga Senpi
Suara Bogor

Puluhan Perkara Inkrah, Kejari Kabupaten Bogor Musnahkan Barang Bukti Narkotika hingga Senpi

November 3, 2026
Usai Diperiksa KPK, Jaro Ade Minta ASN Pemkab Bogor Tak Kendor Layani Masyarakat
Suara Bogor

Usai Diperiksa KPK, Jaro Ade Minta ASN Pemkab Bogor Tak Kendor Layani Masyarakat

November 2, 2026
DPRD Kabupaten Bogor Setujui Perda Masyarakat Hukum Adat, Pemkab Siapkan Penataan Kampung Adat
Suara Bogor

DPRD Kabupaten Bogor Setujui Perda Masyarakat Hukum Adat, Pemkab Siapkan Penataan Kampung Adat

November 2, 2026
Kapolres Bogor Bantah Ketum VPC yang Menduga Pembunuh Bobotoh Cilik di Bogor Teralifiasi Suporter Lain
Suara Bogor

Kapolres Bogor Bantah Ketum VPC yang Menduga Pembunuh Bobotoh Cilik di Bogor Teralifiasi Suporter Lain

November 2, 2026
Next Post
Danrem 061/Suryakancana Pimpin Penanaman 1.500 Pohon di Babakan Madang

Danrem 061/Suryakancana Pimpin Penanaman 1.500 Pohon di Babakan Madang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Dugaan Kasus Korupsi RSUD Bogor Utara, Kejari Kabupaten Bogor Sebut Ada Tersangka Baru?
  • Hj. Yuliani Hastuti Dorong Ibu-Ibu Limusnunggal Perkuat Silaturahmi Lewat Pengajian Rutin
  • Puluhan Perkara Inkrah, Kejari Kabupaten Bogor Musnahkan Barang Bukti Narkotika hingga Senpi
  • Usai Diperiksa KPK, Jaro Ade Minta ASN Pemkab Bogor Tak Kendor Layani Masyarakat
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?