Kota Bogor, SuaraBotim.Com – Kebun Raya Bogor (KRB) kembali menjadi pusat perhatian dunia botani. Bunga bangkai raksasa, Amorphophallus titanum, resmi menunjukkan keindahannya di awal Februari 2026 ini. Fenomena alam yang sangat langka tersebut sukses menyedot ribuan wisatawan yang penasaran ingin melihat langsung bunga dengan bau menyengat yang khas tersebut.
Tak terkecuali Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Di tengah kegiatan fun walk pada Senin (9/2/2026), Dedie bahkan rela ikut mengantre bersama warga demi menyaksikan puspa langka yang hanya mekar dalam siklus tahunan tersebut.
“Alhamdulillah, ini kesempatan langka. Peristiwa ini hanya terjadi dalam siklus 6 hingga 12 tahun dan masa mekarnya pun sangat singkat, hanya sekitar 4 sampai 5 hari,” ujar Dedie dengan antusias.
Bunga bangkai dengan nomor koleksi 382 ini bukan penghuni baru di Bogor. Bibitnya berasal dari Jambi, Sumatera, dan telah ditanam di KRB sejak 11 September 1992. Setelah terakhir kali mekar pada 2020, spesimen ini membutuhkan waktu penantian selama 12 tahun untuk kembali mencapai fase generatifnya.
Peneliti Ahli Madya BRIN, Dian Latifah, menjelaskan bahwa bunga ini mulai menunjukkan tanda-tanda mekar sejak 25 Januari lalu di area tebingan Mata Air Kahuripan.
“Puncaknya terjadi pada malam hari tanggal 5 Februari 2026. Dalam kondisi mekar sempurna, tingginya mencapai 140 sentimeter dengan diameter bunga 56 sentimeter,” jelas Dian.
Uniknya, karena bunga jantan dan betina pada tanaman ini tidak matang secara bersamaan, para peneliti BRIN harus melakukan intervensi berupa penyerbukan manual (hand pollination). Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan hidup spesies yang terancam punah ini di habitat aslinya.
Dedie A. Rachim berharap keberhasilan BRIN dalam membudidayakan bunga bangkai di Bogor bisa direplikasi ke daerah lain di Indonesia.
“Kita sedang upayakan agar bunga ini bisa dikembangkan di banyak daerah, tidak hanya di Jambi atau Bengkulu, agar kekayaan hayati Indonesia ini bisa dinikmati lebih banyak orang,” tutupnya.
Bagi warga yang ingin melihat langsung, disarankan segera datang ke Kebun Raya Bogor mengingat masa mekar bunga ini akan segera berakhir dalam hitungan hari sebelum akhirnya layu dan memasuki fase dorman (istirahat).
(Retza)







