Cibinong, SuaraBotim.Com – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor menggelar pertandingan sepak bola persahabatan bertajuk Trofeo bersama Polres Bogor dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung meriah di Stadion Mini Cibinong, Rabu (11/2/2026).
Ketua APDESI Kabupaten Bogor, H. Abdul Azis Anwar, menyatakan bahwa pertandingan ini bukan sekadar mengejar skor, melainkan ajang silaturahmi lintas instansi demi menjaga kondusivitas wilayah Bumi Tegar Beriman.
“Hari ini kita bersilaturahmi menjelang Ramadan. Ini menandakan seluruh komponen instansi di Kabupaten Bogor kompak berkomitmen menjaga keamanan dan membangun daerah bersama-sama,” ujar Abdul Azis di sela-sela pertandingan.
Azis mengungkapkan, kegiatan olahraga ini diinisiasi oleh DPC APDESI Merah Putih bersama komunitas sepak bola APDESI. Selain sebagai hiburan bagi perangkat desa, ajang ini menjadi pemanasan menuju rencana besar pasca Idul Fitri nanti.
“Kami berencana menggelar Liga APDESI Kabupaten Bogor yang melibatkan perangkat desa dari 40 kecamatan. Kami juga akan mengundang tim dari DPRD, Kodim, Setda, hingga rekan-rekan wartawan untuk bertanding di Stadion Mini ini,” ungkapnya.
Pemilihan Stadion Mini Cibinong (Persikabo) sebagai lokasi pun memiliki nilai historis tersendiri bagi APDESI. Stadion ini dianggap sebagai saksi lahirnya legenda sepak bola Bogor yang diharapkan mampu memicu semangat kebangkitan olahraga di tingkat desa.
Di tempat yang sama, KBO Satlantas Polres Bogor, IPTU Ardian, mengapresiasi tinggi inisiatif APDESI tersebut. Menurutnya, trofeo ini menjadi sarana pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang efektif.
“Sambil bertanding, kami juga menyosialisasikan Operasi Keselamatan kepada para kepala desa. Kami titip pesan agar disampaikan ke masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, apalagi kita akan segera menghadapi Operasi Ketupat menjelang Lebaran,” jelas IPTU Ardian.
Diharapkan, sinergi yang terjalin di lapangan hijau ini dapat bertransformasi menjadi kolaborasi kerja yang nyata antara pemerintah desa dan aparat penegak hukum dalam melayani masyarakat Kabupaten Bogor.
(Retza)







