Cibinong, SuaraBotim.Com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor menaksir kerugian sementara akibat angin kencang yang melanda kawasan Gelora Pakansari mencapai sekitar Rp350 juta.
Kerusakan tersebut terjadi di sejumlah fasilitas, tidak hanya di stadion utama tetapi juga di area pendukung lainnya.
Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan, kerusakan yang telah dihitung saat ini hanya plafon, pagar, dan kantor fasilitas pendukung (KCP) yang rusak di area Gelora Pakansari.
“Karena tidak semua plafon yang kena, kurang lebih Rp350 jutaan. Ini bukan hanya di stadion aja ya tapi area Gelora Pakansari,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jumat (20/2/2026).
Namun, Asnan juga menyebut, pihaknya belum menghitung secara rinci total keseluruhan atap Stadion Pakansari yang rusak akibat angin kencang.
“Yang belum kita hitung anggaran itu yang atapnya, karena itu ada 13 panel yang terbawa angin,” jelasnya.
Asnan juga mengucapkan, pihaknya hanya memperbaiki atap stadion yang mengalami kerusakan, tidak mengganti keseluruhan.
“Paling yang rusaknya aja, karena ada 13 panel atau kolom yang terbawa angin. Satu panel terdiri dari lima lembar atap, jadi kalau 13 dikali 5 sudah cukup banyak, dengan panjang kurang lebih 200 meter,” jelasnya.
Ia menambahkan, biaya per panel atap cukup besar. Berdasarkan pengalaman sebelumnya saat pengerjaan oleh kementerian, biaya satu panel bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Waktu dulu dikerjakan kementerian, satu panel itu di atas Rp100 juta, bahkan bisa Rp300 sampai Rp700 juta, saya lupa persisnya,” katanya.
Saat ini, pihaknya masih fokus melakukan evakuasi dan pembersihan material atap yang rusak di bagian atas stadion. Proses tersebut membutuhkan tenaga ahli karena tidak semua pegawai bisa naik ke ketinggian.
“Kita tidak bisa sembarang orang naik ke atas. Harus ada yang ahli. Kemarin kita bahkan menggunakan atlet panjat tebing untuk membantu naik ke atas dan melakukan evakuasi atap,” ungkap Asnan.
Proses perapihan dan pengamanan area masih berlangsung, sementara perhitungan detail anggaran untuk perbaikan atap sedang dilakukan.
Untuk waktu penyelesaian, Asnan memperkirakan pekerjaan perbaikan akan mulai dilakukan bulan depan setelah seluruh perhitungan anggaran selesai.
“Kita sedang hitung dulu semuanya. Mungkin pekerjaan fisiknya mulai bulan depan,” ujarnya.
Untuk sumber dana perbaikan, Asnan mengaku, belum berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait kemungkinan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Saya belum komunikasi dengan BPBD Kabupaten Bogor, apakah menggunakan BTT atau yang lain, soalnya itu kan prioritas,” tutupnya.
(Pandu)







