Cibinong, SuaraBotim.Com – Maraknya tindakan negatif yang melibatkan anak-anak dan remaja seperti tawuran, geng motor, hingga perilaku menyimpang lainnya selama bulan suci Ramadan menjadi sorotan serius Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor.
Fenomena ini dinilai sangat memprihatinkan karena terjadi pada momentum yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif dan pembinaan moral.
Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Waspada MK mengatakan, saat ini banyak tindakan-tindakan yang tidak bagus dilakukan oleh anak-anak dalam bulan suci ramadan ini.
Bentuknya antara lain tawuran, konsumsi minuman keras, keterlibatan judi online, tindakan menyakiti diri sendiri, bahkan hingga percobaan bunuh diri.
“Kondisi tersebut tentu sangat memperihatinkan dan menyedihkan, karena anak merupakan penerus dan pewaris bangsa,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, lanjut Waspada, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak melakukan perilaku yang tidak baik.
“Penyebabnya seperti kurangnya kasih sayang orang tua atau keluarga, tidak sedikit orang tua bisa memenuhi kebutuhan materi kepada anak-anaknya tapi abai memberikan kasih sayang. Sehingga tidak terjadi komunikasi antar anak dan orang tua,” ujarnya.
Waspada juga mencontohkan penyebab lain anak berperilaku buruk, disharmoni dalam keluarga juga turut memengaruhi kondisi psikologis anak sehingga mendorong mereka mencari pelampiasan di luar rumah.
Faktor lain adalah pengaruh permainan game online yang mengandung unsur kekerasan, yang kemudian dipraktikkan dalam kehidupan nyata seperti tawuran atau menyakiti teman sebaya.
Paparan konten pornografi melalui telepon genggam juga dinilai berbahaya, karena dapat memicu terjadinya kekerasan seksual antar anak.
Bahkan, perasaan diperlakukan tidak adil atau diskriminatif di dalam keluarga dapat menimbulkan frustrasi mendalam pada anak, yang berujung pada tindakan menyakiti diri sendiri hingga muncul pikiran untuk bunuh diri.
“Solusinya, orang tua harus meningkatkan komunikasi dengan anak, pendidikan dan membimbing anak dengan pendekatan kasih sayang dan keramahan,” katanya.
Selain itu, hindari bentuk kekerasan terhadap anak dalam mendidik dan membimbing untuk melakukan hal-hal yang baik.
“Lalu, dengar dan hargai aspirasi dan pendapat anak dalam keluarga serta ajarkan dan tanamkan nilai-nilai agama atau spiritual kepada anak -anak,” tutupnya.
(Pandu)







