SUARABOTIM.COM – Sebanyak 40 tim futsal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) di Kabupaten Bogor meramaikan Turnamen Futsal Satria Super League yang digelar Pengurus DPC Satria Gerindra di Gelanggang Olahraga (GOR) Tenis Kapten Muslihat, Gelora Pakansari, Jumat (24/4/26).
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Satria Kabupaten Bogor, Ade Kurniawan mengatakan, turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Satria ke-18 sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para pelajar untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan dalam olahraga.
“Kurang lebih ada 40 peserta dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Selain memeriahkan hari jadi Satria, kegiatan ini juga untuk mengedukasi para pemain futsal agar bisa bersatu dan menciptakan olahraga yang sehat,” ujarnya kepada wartawan.
Dalam pelaksanaannya, pihak panitia juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan tes urine secara sampling kepada peserta, pelatih, wasit, hingga unsur panitia.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Ade menjelaskan, turnamen ini melibatkan berbagai stakeholder futsal di Kabupaten Bogor, mulai dari atlet, pelatih, wasit, hingga asosiasi akademi dan komunitas, termasuk kolaborasi dengan Solidaritas UMKM Pakansari.
“Tujuan utamanya adalah membangun kebersamaan sekaligus mendukung instruksi pemerintah daerah dalam memerangi peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang, khususnya di kalangan remaja,” jelasnya.
Turnamen yang berlangsung selama tujuh hari ini juga mengadopsi sistem digital, di mana seluruh pertandingan direkam dan disiarkan secara langsung (live streaming). Hal ini merupakan bagian dari penerapan teknologi dalam pengembangan olahraga futsal di Jawa Barat.
“Ke depan, sistem ini akan mempermudah proses scouting pemain. Dari video dan live streaming, talenta-talenta terbaik bisa terpantau dan direkomendasikan ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, sebelumnya Kabupaten Bogor telah mengirimkan lima pemain futsal untuk mengikuti training center (TC) tingkat Jawa Barat, dan empat di antaranya berhasil lolos ke tim nasional U-19.
“Ini menunjukkan bahwa potensi atlet futsal Kabupaten Bogor sangat besar. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi yang baik, kami optimistis para pemain muda bisa meraih karier yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Kabupaten Bogor, Imam Maulana, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Satria dalam mengedukasi pelajar terkait bahaya narkoba melalui kegiatan olahraga.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Kami hadir untuk memberikan semangat, dukungan, dan motivasi, khususnya kepada pelajar. Karena saat ini penyalahgunaan narkoba juga menyasar kalangan pelajar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, sekitar 2,1 persen masyarakat Indonesia terindikasi menggunakan narkoba. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong upaya pencegahan melalui kolaborasi lintas sektor.
Imam juga mengimbau, masyarakat yang terlanjur menggunakan narkoba untuk tidak takut melapor. Pasalnya, pengguna akan diarahkan untuk menjalani rehabilitasi secara gratis tanpa proses hukum.
“Kalau ada yang terindikasi, kami tidak langsung melakukan penindakan hukum, tetapi mengedepankan rehabilitasi. Ini bagian dari pendekatan kemanusiaan dalam perang melawan narkoba,” tegasnya.
Turnamen Futsal Satria Super League ini merupakan penyelenggaraan perdana oleh Satria Kabupaten Bogor.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus digelar dengan melibatkan lebih banyak cabang olahraga guna meningkatkan prestasi atlet daerah di tingkat provinsi hingga nasional.
(Pandu)






