SUARABOTIM.COM – Pemandangan memprihatinkan terlihat di Kampung Rawagadamin, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Sejak tahun 2022, puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hikmah 01 terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan cara “ngampar” atau duduk beralaskan terpal di halaman terbuka.
Tanpa dinding, meja, maupun kursi, para siswa harus berjuang melawan terik matahari demi mendapatkan ilmu. Kondisi ini terjadi setelah bangunan sekolah mereka roboh dua tahun lalu dan belum mampu diperbaiki secara menyeluruh.
“Sekolah kami roboh dari tahun 2022, sehingga sampai saat ini kami belajar di luar ruangan,” ucap para siswa serempak dalam sebuah rekaman video, Rabu (29/4/2026).
Guru MI Al-Hikmah 01, Yulia, tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya saat melihat kondisi anak didiknya. Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah bukan tanpa upaya. Saat ini pembangunan sedang berjalan, namun hanya mengandalkan swadaya murni dari orang tua siswa yang kondisinya juga terbatas.
“Jujur, kalau melihat anak-anak seperti ini rasanya sakit. Belajar di luar dengan kondisi seadanya. Kami berharap kenyamanan belajar anak-anak bisa kembali seperti dulu,” ungkap Yulia.
Ia menjelaskan, pembangunan ruang kelas baru saat ini baru mencapai tahap pemasangan bata. Dana tersebut dikumpulkan dari infak wali murid sebesar Rp10.000 setiap bulannya selama satu tahun terakhir.
“Pembangunan ini sudah berjalan satu tahun, dimulai dari infak ibu-ibu wali murid yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, sebesar Rp10.000 per bulan. Alhamdulillah sekarang baru sampai tahap pemasangan bata,” jelasnya.
Keluarga besar MI Al-Hikmah 01 kini sangat berharap adanya atensi dari Pemerintah Kabupaten Bogor maupun para donatur. Keinginan para siswa sangat sederhana: mereka hanya ingin kembali belajar di dalam ruangan yang aman, nyaman, dan layak sebagaimana sekolah pada umumnya.
(Retza)






