SUARABOTIM.COM – Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus mempercepat pengembangan program Sekolah Rakyat, baik dari sisi pembangunan infrastruktur permanen maupun pemenuhan standar akreditasi di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf mengungkapkan, saat ini terdapat 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang sudah mulai beroperasi.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan gedung permanen pada tahun ini untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih optimal.
“Yang sudah beroperasi ada 166 titik untuk sekolah rintisan. Tahun ini akan dibangun gedung permanen Sekolah Rakyat,” ujar pria yang kerap disapa Gus Ipul kepada SuaraBotim.Com, Jumat (24/4/2026).
Gedung permanen tersebut nantinya dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Secara bertahap, sekolah rintisan yang masih menggunakan fasilitas sementara akan dipindahkan ke gedung permanen.
Di Kabupaten Bogor, pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan berada di wilayah Jasinga dan ditargetkan mulai dapat digunakan pada Juli mendatang.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga fokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui akreditasi sekolah. Dari 166 Sekolah Rakyat yang ada, sebanyak 59 sekolah telah terakreditasi dan berhak meluluskan siswa.
Saifullah Yusuf menjelaskan, proses akreditasi dilakukan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh pendidikan dasar dan menengah, meliputi kualitas sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, tata kelola, hingga sarana dan prasarana.
“Setiap sekolah harus memenuhi standar. Mulai dari SDM, kelembagaan, hingga tata kelola. Bagi yang memenuhi standar akan mendapatkan akreditasi, baik A, B, maupun C,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan seluruh Sekolah Rakyat dapat terakreditasi dalam waktu dekat. Saat ini, proses pemenuhan standar dilakukan secara bertahap melalui pendampingan intensif kepada kepala sekolah dan tenaga kependidikan.
“Harapannya dalam 2 hingga 3 bulan ke depan semuanya sudah bisa terakreditasi. Kami terus melakukan percepatan dan pendampingan agar seluruh persyaratan dapat terpenuhi,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, salah satu faktor penting dalam penilaian akreditasi adalah kelengkapan sarana dan prasarana, seperti kondisi gedung, ketersediaan air, listrik, toilet, hingga rasio fasilitas yang memadai.
Dengan percepatan ini, diharapkan program Sekolah Rakyat mampu meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya di daerah yang membutuhkan.
(Pandu)






