SUARABOTIM.COM – Pemerintah Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar aksi bersih-bersih lingkungan selama dua hari, mulai Sabtu (2/5/26) hingga Minggu (3/5/26).
Kegiatan ini menyasar area kantor desa hingga sepanjang jalur jalan provinsi yang melintasi wilayah Desa Gunung Putri.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, gerakan tersebut dimulai dari area Kantor Desa Gunung Putri dan dilanjutkan hingga sepanjang jalur provinsi yang melintasi wilayah desa.
“Pemdes Gunung Putri mengadakan gerakan bersih-bersih desa yang melibatkan perangkat dan staf desa, Tim Penggerak PKK, BPD, RT/RW, hingga masyarakat,” ujarnya, Minggu (3/5/26).
“Fokusnya membersihkan jalur provinsi agar terlihat indah dan bebas sampah, termasuk membersihkan drainase untuk mengantisipasi banjir saat hujan deras,” sambungnya.
Menurut Daman, kegiatan ini tidak hanya sekadar aksi sesaat, tetapi diharapkan menjadi program berkelanjutan.
Kades Gunung Putri itu juga menekankan, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Harapannya program ini bisa berkesinambungan. Pemeliharaan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah desa, masyarakat, maupun stakeholder lainnya, termasuk dalam menjaga aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah desa juga melakukan penertiban terhadap bangunan liar (bangli) dan warung kumuh yang berdiri di sepanjang jalur provinsi. Pembongkaran dilakukan dengan melibatkan pihak Kecamatan Gunung Putri dan Satpol PP.
“Bangunan tersebut sudah lama berdiri dan saat ini berhasil dibongkar dengan aman tanpa kendala berarti. Penertiban ini penting agar kawasan terlihat lebih tertata dan tidak mengganggu lingkungan,” terangnya.
Meski demikian, Daman mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi dan pembiasaan dinilai menjadi kunci utama.
“Dalam kerja bakti memang dibutuhkan waktu untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa kebersihan dan keindahan adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Namun, ia juga menyampaikan, program ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Desa Gunung Putri sebagai desa wisata di masa depan.
“Tujuannya agar desa ini bisa dinikmati banyak orang, menciptakan kenyamanan dan keindahan, serta ke depan kami berupaya menjadikan Gunung Putri sebagai desa wisata,” tuturnya.
Sementara itu, Binwil Desa Gunung Putri, Maisar, mengungkapkan bahwa terdapat 11 bangunan liar yang telah ditertibkan dalam kegiatan tersebut.
“Bangunan liar ini sudah ada sejak sekitar 2015. Dengan adanya momentum ini, semuanya berhasil ditertibkan,” katanya.
Selain pembongkaran, Pemdes Gunung Putri juga melakukan penataan kawasan bekas pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya tampak kumuh dengan pengecatan ulang sesuai instruksi kepala desa.
“Area dari arah Citeureup menuju tol kini sudah lebih rapi,” tutupnya.
(Pandu)






