SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital Media Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor menghadirkan Festival Budaya Nusantara XVII Tahun 2026 yang digelar di kawasan Pakansari, Minggu (10/5/26).
Festival budaya tahunan tersebut ditargetkan mampu menarik ribuan pengunjung sekaligus menjadi ruang promosi keberagaman budaya di Kabupaten Bogor.
Berbagai kegiatan disiapkan dalam festival itu, mulai dari pertunjukan seni tradisional, kuliner khas daerah, pameran budaya, hingga aktivitas interaktif yang melibatkan langsung masyarakat.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan mahasiswa Sekolah Vokasi IPB itu diharapkan dapat menghadirkan kegiatan budaya yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya nusantara di tengah perkembangan modernisasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) Tahun 2026.
“Kegiatan hari ini rangkaian daripada HJB. Pada hari ini diawali dengan Bogorun tadi, kemudian dari sisi kebudayaannya adalah Festival Budaya Nusantara. Ini kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dengan IPB, khususnya Sekolah Vokasi,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Ajat menjelaskan, Festival Budaya Nusantara telah memasuki penyelenggaraan ke-17 dan rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pendidikan mahasiswa sekaligus upaya memperkenalkan budaya nusantara kepada masyarakat luas.
“Biasanya memang dilaksanakan di Kota Bogor, maka yang ke-17 ini dilaksanakan di Kabupaten Bogor,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan festival tersebut menjadi bagian penting dalam membangun Kabupaten Bogor yang menjunjung tinggi nilai kebinekaan.
“Sebagaimana disampaikan Pak Bupati, Kabupaten Bogor harus dibangun dengan kebinekaan, sehingga kita mengenalkan berbagai macam budaya di awal rangkaian Hari Jadi Bogor,” jelasnya.
Festival Budaya Nusantara XVII 2026 menghadirkan perwakilan budaya dari 22 provinsi di Indonesia. Berbagai penampilan budaya ditampilkan, mulai dari kesenian khas Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua hingga Aceh.
Ajat juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa semester dua yang dinilai mampu menyelenggarakan kegiatan berskala besar melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami mengapresiasi karena ini mahasiswa semester dua, tetapi mampu melaksanakan kegiatan yang cukup kolosal dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, festival tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah provinsi, komunitas budaya, hingga masyarakat asal daerah masing-masing.
“Tadi saya tanya soal pakaian adat, ternyata didukung langsung dari daerahnya. Ada juga makanan khas dan seni khas yang diperlihatkan. Mungkin dari sisi kuantitas tidak banyak, tetapi dari sisi informasi budaya ini sangat positif untuk dilestarikan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Festival Budaya Nusantara XVII 2026, Akmal Rasyid Jatnika mengatakan, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dalam keberagaman budaya.
“Festival ini kami hadirkan sebagai ruang pertemuan budaya yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat, sehingga budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dirasakan dan dimiliki bersama,” ujarnya.
Akmal menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini sengaja diarahkan lebih dekat dengan masyarakat tingkat kabupaten agar partisipasi publik dalam pelestarian budaya semakin luas.
Menurutnya, sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, serta jajaran akademisi IPB, termasuk Rektor dan Wakil Dekan Sekolah Vokasi IPB.
Melalui penyelenggaraan tahun ke-17 ini, Festival Budaya Nusantara diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas budaya sekaligus memperkuat identitas budaya nasional di tengah perkembangan era modernisasi.
(Pandu)







