SUARABOTIM.COM – Jembatan WIKA yang menjadi akses vital penghubung Kecamatan Gunung Putri dengan Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, resmi memasuki tahap penutupan secara bertahap untuk mendukung proses rekonstruksi, Senin (13/7/2026).
Penutupan diawali dengan simulasi arus lalu lintas mulai pukul 14.00 WIB sebelum diberlakukan penutupan total.
Danpos Pengamanan Gunung Putri Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Adi, mengatakan simulasi dilakukan untuk memberikan waktu adaptasi kepada masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor dan angkutan umum.
“Mulai pukul 14.00 WIB kami lakukan simulasi. Setelah itu secara bertahap menuju penutupan total,” ujar Adi kepada SuaraBotim.Com, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, selama masa transisi, pengendara sepeda motor masih diperbolehkan melintas hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Kebijakan tersebut diberikan agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan jalur alternatif.
“Kami sebenarnya ingin langsung menutup total. Namun, kami memberikan toleransi untuk kendaraan roda dua sampai sekitar pukul 17.00 WIB agar masyarakat bisa beralih ke rute lain. Kami juga mempertimbangkan aktivitas warga, termasuk pelajar yang pulang sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, angkutan kota (angkot) diberikan waktu penyesuaian sekitar satu jam sebelum dilakukan pengaturan trayek baru. Menurut Adi, pengaturan tersebut diperlukan agar operasional angkot tetap berjalan meski Jembatan WIKA sudah tidak dapat dilintasi.
“Trayek angkot harus dibagi dengan rapi. Kendaraan dari arah Gunung Putri maupun Cileungsi tetap bisa beroperasi, tetapi harus menggunakan jalur alternatif karena jembatan ditutup,” katanya.
Adi mengungkapkan, sejauh ini proses sosialisasi penutupan jembatan mendapat respons positif dari masyarakat maupun perusahaan di sekitar lokasi. Meski harus menempuh jarak yang lebih jauh akibat pengalihan arus, warga dinilai memahami pentingnya rekonstruksi jembatan.
“Warga sudah memahami. Perusahaan juga sudah lama menunggu pembangunan ini selesai. Memang ada konsekuensi harus memutar lebih jauh, tetapi semuanya berusaha mendukung,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, kendaraan yang sebelumnya dapat langsung menuju Tol Gunung Putri melalui Jembatan WIKA kini harus memutar melalui wilayah Cileungsi sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama.
Dishub Kabupaten Bogor juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan akses tersebut.
Meski pemberitahuan dinilai cukup mendadak, langkah ini dilakukan agar proses rekonstruksi dapat segera dimulai.
Proyek rekonstruksi Jembatan WIKA ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Pemerintah berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga akses penghubung antara Gunung Putri dan Klapanunggal kembali normal.
“Kami berharap proses pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai target pada akhir tahun 2026,” tutup Adi.
(Pandu)







