SUARABOTIM.COM – Setelah hampir sembilan bulan berjuang memulihkan aktivitas pendidikan pasca banjir, siswa dan guru SMP Insani Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, akhirnya kembali belajar di ruang kelas darurat.
Bangunan tersebut menjadi harapan baru bagi para siswa setelah sekolah mereka hancur diterjang banjir pada November 2025.
Banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025 menyebabkan kerusakan parah pada bangunan SMP Insani Sorkam. Seluruh bangunan sekolah terdampak, termasuk fasilitas pembelajaran seperti dua unit papan interaktif digital (Interactive Flat Panel/IFP) yang rusak akibat terendam banjir.
Guru Agama SMP Insani Sorkam, Via Sibagariang, mengatakan para guru berupaya memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung meski sekolah berada dalam kondisi terbatas. Sebanyak 13 guru SMP dan empat guru TK bahu-membahu mendampingi para siswa.
“Waktu banjir kemarin di bulan 11, ruangan SMP kita di sana hancur semua. Fasilitas sekolah dan tiang-tiang hancur. Anak-anak sempat dialihkan ke gedung STM di depan. Sekarang dengan adanya ruang darurat ini sangat membantu kegiatan belajar mengajar,” ujar Via. Sabtu (8/8/26).
Untuk memudahkan akses siswa yang tempat tinggalnya tersebar setelah bencana, pihak sekolah juga menyediakan fasilitas transportasi berupa angkot dan becak untuk antar-jemput siswa dari depan gang menuju sekolah.
Kegiatan belajar mengajar kini berlangsung rutin mulai apel pagi pukul 07.15 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Sekitar 12 siswa kelas 7 tampak mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat di salah satu ruang kelas darurat.
Meski kondisi ruangan terkadang terasa panas saat siang hari, para siswa tetap antusias mengikuti pelajaran. Sejumlah siswa bahkan mengaku matematika menjadi mata pelajaran yang paling mereka sukai.
Selain ruang kelas darurat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu hal yang dinantikan para siswa. Menu MBG yang diberikan setiap pukul 11.30 WIB terdiri dari lauk yang berganti-ganti, seperti ayam, ikan, telur, sayur, buah, hingga susu.
Kehadiran ruang kelas darurat dan perhatian pemerintah menjadi penyemangat bagi warga SMP Insani Sorkam untuk kembali bangkit setelah bencana. Para siswa pun menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan mereka.
“Terima kasih Bapak Prabowo, Bapak Menteri dan Bapak Wakil Menteri atas ruang kelas daruratnya!” seru para siswa.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, yang mengunjungi SMP Insani Sorkam mengatakan kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses pendidikan.
Menurutnya, guru perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi yang ada tanpa mengubah tujuan utama pendidikan.
“Bapak dan Ibu Guru harus menyesuaikan pembelajaran dengan situasi darurat ini. Namun tujuan kita tetap sama, yaitu menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi murid,” kata Atip.
Anggota DPD RI dari Sumatera Utara, Muhammad Nuh, turut mendampingi kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sekolah yang terdampak banjir dan berharap pemulihan fasilitas pendidikan terus dilakukan agar siswa dapat memperoleh tempat belajar yang semakin layak.
Ketua Umum PP PERSIS, Jeje Zaenuddin, juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan berbagai pihak diperlukan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
“Pendidikan adalah pondasi besar dan utama untuk mempersiapkan putra-putri kita menjadi generasi penerus yang unggul di masa yang akan datang,” ujar Jeje.
(Pandu)







