SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan ketersediaan dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bogor dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026.
Kepastian tersebut disampaikan di tengah musim kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Andri Hadian mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap ketersediaan logistik pangan, khususnya beras, di gudang Bulog.
“Kalau ketahanan pangan, kemarin kita sudah cek logistik di Bulog untuk sampai akhir tahun. Insyaallah aman,” ujar Andri kepada SuaraBotim.Com, Jumat (4/9/26).
Andri menuturkan, berdasarkan kondisi dan data yang tersedia, ketahanan pangan Kabupaten Bogor masih relatif aman meski sejumlah wilayah mengalami kekeringan.
Kini, Pemerintah daerah juga terus melakukan langkah antisipasi terhadap masyarakat di wilayah yang masuk kategori rawan pangan.
“Berdasarkan data BMKG, insyaallah Kabupaten Bogor relatif aman untuk ketahanan pangan, terutama beras. Memang ada beberapa kecamatan maupun desa yang mengalami kekeringan, dan berdasarkan data BPBD juga sudah dilakukan penyaluran bantuan secara bertahap untuk wilayah rawan pangan,” katanya.
Andri juga menjelaskan, adanya potensi gagal panen di sejumlah wilayah akibat kekeringan sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Bogor. Pasokan dari daerah lain masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau secara keseluruhan aman, karena masih ada suplai dari wilayah lain,” jelasnya.
DKP Kabupaten Bogor juga telah melakukan koordinasi dan kerja sama dengan sejumlah daerah yang menjadi wilayah penyangga dan lumbung pangan guna menjaga stabilitas pasokan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
“Kita sudah bekerja sama dengan beberapa wilayah yang menjadi lumbung pangan dan mereka sudah siap untuk memasok kebutuhan,” ungkapnya.
Ia menyebut, pasokan beras dari sejumlah daerah juga terus masuk untuk menjaga ketersediaan stok. Salah satunya berasal dari wilayah Cariu dan Indramayu yang telah memasok beras ke Bulog.
Selain beras, kebutuhan pangan lainnya seperti sayur-mayur juga dipastikan masih tersedia. Meski Kabupaten Bogor bukan merupakan wilayah utama penghasil komoditas hortikultura, kebutuhan sayuran selama ini dipenuhi melalui kerja sama dan distribusi dari daerah penghasil lainnya.
“Untuk sayur-mayur, karena kita bukan wilayah produksi hortikultura utama untuk sayuran, masih disuplai dari wilayah lain. Kita bekerja sama dengan daerah-daerah lain untuk memenuhi kebutuhan sayuran,” tutupnya.
(Pandu)







