SUARABOTIM.COM – Kekeringan yang melanda Kabupaten Bogor dalam sekitar tiga bulan terakhir semakin meluas. Wilayah Bogor bagian timur dan barat kini menjadi daerah yang paling terdampak akibat meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat.
Kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah sumber air warga mengalami penurunan debit hingga mengering.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan, pada awal terjadinya kekeringan, Kecamatan Rancabungur menjadi salah satu wilayah pertama yang mengajukan permintaan bantuan air bersih.
“Sebetulnya sejak awal itu Kecamatan Rancabungur yang pertama mengalami kekeringan dan mengajukan permintaan air bersih. Tapi sekarang yang mulai terasa cukup parah itu di Bogor bagian timur dan barat,” ujar Ade Hasrat kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (5/9/26).
Untuk wilayah Bogor bagian timur, sejumlah kecamatan yang terdampak cukup parah di antaranya Kecamatan Tanjungsari, Cariu, dan Jonggol.
Sementara di wilayah Bogor bagian barat, kekeringan melanda Kecamatan Tenjo, Parungpanjang, serta sebagian wilayah Kecamatan Cigudeg.
Ade Hasrat mengungkapkan, hingga saat ini BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan sekitar 2,6 juta liter air bersih ke berbagai wilayah yang mengalami krisis air.
“Bantuan air telah disalurkan ke 613 titik lokasi yang tersebar di 32 kecamatan dan 169 desa di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, kekeringan tersebut berdampak terhadap sekitar 80.761 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 277.731 jiwa.
“Kami akan terus mendistribusikan air bersih selama bencana kekeringan ini masih terjadi. Sepanjang masih ada permintaan dari masyarakat yang membutuhkan, kami akan terus membantu,” tutupnya.
(Pandu)







