SUARABOTIM.COM – Kondisi Kali Cikuda, yang berada di perbatasan Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali dikeluhkan masyarakat. Selama beberapa hari terakhir, air kali tersebut terlihat menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap yang cukup menyengat.
Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran kali merasa resah. Selain perubahan warna air, aroma menyengat disebut semakin terasa, terutama pada pagi hari.
“Ini sudah berapa hari hitam terus dan mengeluarkan bau yang menyengat. Apalagi kalau pagi, baunya sangat terasa,” ujar seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kepada Suarabotim.com, Minggu (13/09/36).
Warga menduga perubahan kondisi air tersebut berkaitan dengan adanya pembuangan limbah dari perusahaan ke aliran Kali Cikuda. Dugaan itu muncul lantaran kondisi serupa disebut bukan kali pertama terjadi.
“Ini dari perusahaan, yang buang limbahnya ke kali,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah setempat sebelumnya juga telah melakukan pengecekan ke lokasi. Petugas disebut sempat mengambil sampel air untuk dilakukan pemeriksaan. Bahkan, pernah ada salah satu perusahaan yang ditutup setelah diduga berkaitan dengan persoalan pembuangan limbah.
“Pemerintah sudah pernah turun mengecek dan mengambil sampel. Terus pernah menutup perusahaan. Tapi sampai saat ini masih begini,” katanya.
Warga juga menduga sumber pencemaran berasal dari aktivitas perusahaan laundry yang berada di sekitar wilayah tersebut.
“Waktu itu ada perusahaan yang ditutup. Kalau warga sih ngomongnya, yang ditelusuri ini dari pabrik laundry,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut Camat Gunung Putri Kurnia Indra membenarkan bahwa pihak kecamatan telah menyampaikan laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
“Sudah dilaporkan ke DLH, Kabid Bu Muji, dan mereka sudah menurunkan tim. Kami menunggu hasil penelusuran dari DLH,” kata Kurnia.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak yang disebut sebagai Kabid DLH Kabupaten Bogor Bu Muji maupun Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi Kali Cikuda tersebut.
Persoalan pencemaran Kali Cikuda ini disebut telah berlangsung cukup lama. DLH Kabupaten Bogor juga dikabarkan telah beberapa kali turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, mengambil sampel air, hingga melakukan penindakan terhadap pihak yang diduga berkaitan dengan pencemaran.
Namun, kondisi air Kali Cikuda yang kembali menghitam dan mengeluarkan bau menyengat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas penanganan yang selama ini dilakukan.
Warga berharap pemerintah daerah melalui DLH segera melakukan penelusuran secara menyeluruh dan terbuka, termasuk memastikan sumber pencemaran serta mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran lingkungan.
Masyarakat juga meminta agar hasil pemeriksaan sampel air disampaikan secara transparan sehingga dapat diketahui penyebab perubahan warna dan bau Kali Cikuda serta langkah penanganan yang akan dilakukan pemerintah. (Retza)







