SUARABOTIM.COM – Puluhan Jurnalis media cetak dan online dari berbagai penjuru se-Kabupaten Bogor Kompak mengenakan kaus bertuliskan ‘Bukan Wartawan Pendopo’.
Aksi ini sebagai bentuk kritik sosial sekaligus gerakan mendukung Pemberantasan korupsi di kabupaten Bogor. Puluhan wartawan dari penjuru timur, selatan, barat, utara, dan tengah Kabupaten Bogor ini merasa prihatin dengan maraknya kasus korupsi yang selalu terjadi setiap kali berganti Bupati dan Wakil Bupati Bogor.
“Kami merasa sangat miris dan prihatin, setiap kali berganti Kepala Daerah, kasus korupsi selalu terjadi di Kabupaten Bogor. Kami sebagai bagian dari warga Kabupaten Bogor merasa peduli dan tergerak agar semua bentuk perilaku koruptif khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor hilang. Karena korupsi sangat berdampak buruk terhadap kesejahteraan masyarakat maupun insan pers,” ungkap Abeng, salah satu wartawan penggagas.
Dady, Ketua Bogor Timur Jurnalis (BTJ), menegaskan, bahwa aksi yang dilakukan puluhan jurnalis ini tidak ada kaitan politis. “Ini murni gerakan peduli wartawan di Bogor. Tidak ada sponsor dan tidak untuk menyerang personal siapapun. Kepala Daerah beserta jajarannya harus bersih dari korupsi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Bogor Selatan, Acep Mulyana, menandaskan, insan pers sebagai pilar keempat demokrasi memiliki peran yang sangat strategis terhadap maju mundurnya bangsa dan negara.
“Oleh karenanya melalui aksi ‘bukan wartawan pendopo’ ini kami ingin menyampaikan pesan agar para wartawan kembali ke marwah dan tetap bekerja sesuai kode etik dan Undang-Undang Pers sehingga tetap menjaga independensi, good news is good news, bad news is bad news,” tandasnya







