SUARABOTIM.COM – Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, yang direncanakan menjadi Ibukota dari wilayah calon daerah otonomi baru (CDOB) Bogor Timur, tercatat mengalami 29 kejadian bencana sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menunjukkan, kejadian bencana yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukamakmur didominasi oleh tanah longsor dan pergerakan tanah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan, berdasarkan data kejadian dan dampak bencana sejak Januari hingga Agustus 2026, terdapat sejumlah jenis bencana yang terjadi di Kecamatan Sukamakmur.
“Untuk kejadian bencana di Kecamatan Sukamakmur sejak Januari sampai Agustus 2026, tercatat beberapa kejadian,” kata M. Adam Hamdani kepada SuaraBotim.Com, Jumat (2/10/26).
Adapun rinciannya yakni tiga kejadian banjir, 11 tanah longsor, satu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta empat kejadian angin kencang.
Selain itu, BPBD juga mencatat empat kejadian kekeringan dan enam kejadian pergerakan tanah. Sementara itu, tidak terdapat kejadian gempa bumi maupun bencana nonalam di Kecamatan Sukamakmur selama periode tersebut.
“Dengan demikian, total kejadian bencana di Kecamatan Sukamakmur mencapai 29 kejadian sepanjang delapan bulan pertama 2026,” ungkapnya.
Kecamatan Sukamakmur sendiri menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam rencana pembentukan Bogor Timur sebagai CDOB hasil pemekaran dari Kabupaten Bogor.
(Pandu Maulana)







